BAB 1
PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Pendidikan memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan manusia, karena dengan pendidikan kemampuan dan kepribadian manusia dapat berkembang baik di dalam lingkungan hidup pribadi, keluarga, masyarakat dan bangsa. Sejalan dengan itu menurut Hasbullah (2008: 1) bahwa “Pendidikan diartikan sebagai usaha yang dijalankan oleh seseorang atau kelompok orang lain agar menjadi dewasa atau mencapai tingkat hidup atau penghidupan yang lebih tinggi dalam arti mental”. Dengan demikian pendidikan dapat diharapkan untuk membentuk watak, sikap, karakter siswa, sehingga cenderung bersifat positif dalam bermasyarakat dikelak kemudian hari.
Pendidikan IPS merupakan salah satu pelajaran yang diajarkan di sekolah dasar yang memberikan pengetahuan dasar dan keterampilan baik dari segi kritis, sikap, serta kecakapan-kecakapan bagi siswa sebagai warga negara sedini mungkin agar kelak siswa dapat memenuhi kebutuhan kehidupan sosial di masyarakat. Sejalan dengan itu menurut Susanto (2013: 148) mengemukakan bahwa “pendidikan IPS adalah salah satu mata pelajaran yang dapat memberikan wawasan pengetahuan yang luas mengenal masyarakat lokal maupun global sehingga mampu hidup bersama-sama dengan masyarakat lainnya”. Sehingga memiliki kesadaran dan kepekaan terhadap masalah sosial di lingkungannya.
Pembelajaran IPS yaitu bertujuan membentuk warga negara yang berkemampuan sosial dan yakin akan kehidupannya sendiri di tengah-tengah masyarakat agar menjadi warga negara yang baik dan bertanggung jawab. Oleh karena itu agar siswa mampu mengembangkan pengetahuan dan keterampilan dasar yang berguna bagi dirinya di kehidupan sehari-hari dalam pembelajaran sehingga tujuan yang diharapkan dapat tercapai. Sejalan dengan itu berdasarkan KTSP (2006: 575) tujuan mata pelajaran IPS di SD/MI agar peserta didik memiliki kemampuan yaitu sebagai berikut:
1) Mengenal konsep-konsep yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat dan lingkungannya; 2) Memiliki kemampuan dasar untuk berpikir logis dan kritis, rasa ingin tahu, inkuiri, memecahkan masalah, dan keterampilan dalam kehidupan social; 3) Memilki komitmen dan kesadaran terhadap nilai-nilai sosial dan kemanusiaan; 4) Memilki kemampuan untuk berkomunikasi, bekerjasama dan berkompetisi dalam masyarakat yang majemuk, ditingkat lokal, nasional dan global.
Salah satu upaya untuk mewujudkan tujuan tersebut adalah dengan melalui Pembelajaran IPS di Sekolah Dasar. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) IPS di sekolah dasar menetapkan beberapa kajian materi yang harus dikuasai oleh siswa meliputi (1) manusia, tempat dan lingkungan, (2) waktu, keberlanjutan, dan perubahan, (3) sistem sosial dan budaya, (4) perilaku ekonomi dan kesejahteraan. Melihat kajian materi ilmu sosial tersebut maka pelajaran IPS di sekolah dasar dapat mengembangkan pengetahuan dan kesadaran dalam diri siswa terhadap kehidupan bermasyarakat dan berbudaya, menghargai peninggalan sejarah, bersaing secara sehat dalam berbagai macam masalah sosial serta memahami perkembangan teknologi.
Berdasarkan hal tersebut, maka pendidikan menjadi sebuah tempat untuk melakukan proses menumbuh kembangkan sistem nilai dan budaya menuju kearah yang lebih baik, antara lain dalam pembentukan kepribadian, keterampilan dan perkembangan intelektual siswa. Salah satu mata pelajaran yang turut berperan penting dalam pembentukan kepribadian, keterampilan dan perkembangan intelektual sejak dini bagi siswa adalah pembelajaran IPS, bahwa IPS dapat mengembangkan dan melatih potensi diri siswa yang mampu melahirkan manusia yang andal, baik dalam bidang akademik maupun dalam aspek moralnya.
Kenyataan yang terjadi dalam pembelajaran IPS di SD Negeri 223 Sumpang Minangae Kecamatan Sibulue Kabupaten Bone belum sesuai harapan. Hal ini terungkap melalui prapenelitian yang dilakukan pada hari Rabu, 07 Januari 2015 melalui observasi kepada guru dan siswa kelas IV. Dari hasil observasi diperoleh data tentang pelajaran IPS di kelas IV SD Negeri 223 Sumpang Minangae masih kurang, yaitu (1) guru belum maksimal melibatkan siswa dalam proses pembelajaran, sehingga siswa pasif dalam mengikuti proses pembelajaran, (2) guru belum efektif dalam penggunaan media, sehingga siswa kurang motivasi dalam belajar, (3) guru belum maksimal dalam membimbing, sehingga siswa kurang memahami materi pembelajaran, (4) guru kurang berinteraksi dengan siswa, sehingga siswa belum berani mengemukakan ide/pendapatnya.
Disamping peneliti mengadakan observasi juga mengambil dokumentasi sekolah hasil ulangan tengah semester 1 tahun 2014 siswa kelas IV pada mata pelajaran IPS terungkap bahwa hasil belajar siswa tersebut masih rendah yang jauh dari nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu 70. Dari 22 siswa mendapat nilai diatas 70 sebanyak 5 siswa sekitar 22,73%. Siswa yang mendapat nilai dibawah 70 sebanyak 17 siswa atau sekitar 77,27%.
Apabila masalah tersebut di atas dibiarkan, maka akan berdampak kurang terhadap mutu dan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPS di sekolah dasar. Untuk memecahkan masalah tersebut di atas, peneliti bersama guru akan mengkolaborasikan penyebab masalah-masalah yang ditemukan oleh peneliti untuk menentukan cara pemecahan atau penanggulangannya dengan menerapkan model pembelajaran Mind Mapping dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa pembelajaran IPS di kelas IV SD Negeri 223 Sumpang Minangae Kecamatan Sibulue Kabupaten Bone.
Model pembelajaran Mind Mapping efektif dalam meningkatkan potensi dan tingkat pemahaman menyeluruh pada materi yang diajarkan karena model pembelajaran Mind Mapping merupakan cara kreatif bagi tiap pembelajar untuk menghasilkan gagasan, mencatat apa yang dipelajari atau merencanakan tugas baru Sejalan dengan itu, Shoimin (2014: 105) mengemukakan bahwa “Peta konsep ini dapat membangkitkan ide-ide orisinil dan memicu ingatan yang mudah. Ini jauh lebih mudah daripada metode pencatatan tradisional karena dapat mengaktifkan kedua belahan otak. Cara ini juga menenangkan, menyenangkan dan kreatif”.
Menurut shoimin (2014: 107) mengemukakan keunggulan model pembelajaran Mind Mapping yaitu adalah; “(1) Cara ini cepat, (2) teknik dapat digunakan untuk mengorganisasikan ide-ide yang muncul dalam pemikiran, (3) proses menggambar diagram bisa memunculkan ide-ide yang lain, (4) diagram yang sudah terbentuk bisa menjadi panduan untuk menulis”. Selain itu, model pembelajaran Mind Mapping sangat cocok digunakan dalam pembelajaran IPS karena dapat memungkinkan siswa dapat memahami konsep dan juga dapat meningkatkan minat dan motivasi belajar siswa.
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana penerapan model pembelajaran Mind Mapping dalam meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas IV SD Negeri 223 Sumpang Minangae Kecamatan Sibulue Kabupaten Bone?.
Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Mind Mapping dalam meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas IV SD Negeri 223 Sumpang Minangae Kecamatan Sibulue Kabupaten Bone.
Manfaat Penelitian
Manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian ini di bagi atas dua yaitu manfaat teoritis dan manfaat praktis yaitu sebagai berikut:
1. Manfaat Teoretis
Bagi siswa meningkatkan atau memperluas wawasan tentang teori belajar pembelajaran yang dapat dijadikan acuan untuk meningkatkan hasil belajar IPS di SD.
Bagi guru memiliki pengetahuan tentang penerapan model pembelajaran Mind Mapping sebagai bentuk inovasi pembelajaran di SD.
Bagi peneliti, hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan acuan dalam melakukan penelitian selanjutnya dan memberikan pengetahuan tentang hasil kajian terhadap hasil belajar IPS.
2. Manfaat Praktis
Bagi siswa mendapat kesempatan dan pengalaman belajar dalam suasana yang menyenangkan, meningkatkan hasil belajar melalui model pembelajaran Mind Mapping.
Bagi guru dapat menerapkan suatu model yang efektif untuk meningkatkan potensi dan tingkat pemahaman serta memberikan kesan mendalam dalam pembelajaran IPS di SD.
Bagi peneliti dapat dijadikan pengalaman nyata dan dapat menggunakan model pembelajaran Mind Mapping dalam pembelajaran IPS.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PIKIR DAN HIPOTESIS TINDAKAN
Kajian Pustaka
Model Pembelajaran Mind Mapping
Pengertian Model pembelajaran Mind Mapping
Model pembelajaran Mind Mapping “peta konsep” merupakan gambaran menyeluruh dari suatu materi pembelajaran yang dibuat dalam bentuk sederhana untuk mempermudah mengetahui isi materi tersebut sehingga membantu siswa dalam mengingat materi. Sejalan dengan itu menurut Martin (Trianto, 2007: 157) mengemukakan bahwa “Mind Mapping adalah inovasi baru yang penting untuk membantu anak menghasilkan pembelajaran bermakna dalam kelas”.
Mind Mapping dapat mengaktifkan kedua belahan otak manusia, karena otak memiliki tugas dan cara kerja yang berbeda. Otak kiri bekerja untuk hal-hal yang berkaitan dengan kata, angka dan daftar. Sementara otak kanan bekerja untuk hal-hal yang berkaitan dengan kesadaran, imajinasi, warna, kecerdasan. Sementara model pembelajaran Mind Mapping siswa dapat menyerap dan mengeluarkan informasi dan ide baru dalam otak dengan menggunakan warna, simbol, kata, garis lengkung dan gambar yang sesuai dengan cara kerja otak. Sehingga dengan adanya keterlibatan kedua belahan otak maka akan memudahkan seseorang untuk mengatur dan mengingat segala bentuk informasi, baik secara tertulis maupun secara verbal. Sehingga model pembelajaran Mind Mapping efektif dalam meningkatkan potensi dan tingkat pemahaman menyeluruh pada siswa. Sejalan dengan itu menurut Trianto (2007: 166) menyatakan bahwa sebagai berikut:
Tujuan Mind Mapping yaitu untuk memperjelas pemahaman suatu bacaan, sehingga dapat dipakai sebagai alat evaluasi dengan cara membantu siswa untuk membaca peta konsep dan menjelaskan hubungan antara konsep satu dengan konsep lain dalam satu peta konsep.
Adapun perbedaan antara catatan biasa dan catatan peta konsep (Mind Mapping) yaitu catatan biasa hanya berupa tulisan-tulisan saja, menggunakan satu warna, untuk mereview ulang memerlukan waktu yang lama, waktu yang diperlukan untuk belajar lebih lama, dan statis. Sementara Mind Mapping berupa tulisan, simbol, gambar berwarna-warni, untuk mereview ulang diperlukan waktuyang pendek, waktu yang diperlukan untuk belajar lebih cepat dan efektif, dan membuat ndividu menjadi lebih kreatif.
Mind Mapping dapat membantu dalam belajar, mengajar, dan menyimpan sebanyak mungkin informasi yang diinginkan, serta mengolongkan informasi tersebut secara wajar agar memungkinkan mendapat daya ingat yang sempurna atas segala hal yang diinginkan dengan cara mencatat yang menyenangkan, dan mudah menyerap informasi dan ide baru dalam otak, sehingga mengingat informasi akan lebih mudah dan bisa diandalkan daripada menggunakan teknik mencatat biasa dan cara kerja alami otak dilibatkan sejak awal dalam proses pembelajaran berlangsung.
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa Mind Mapping adalah suatu bentuk model belajar yang efektif untuk memahami kerangka konsep materi pelajaran sehingga siswa dapat menyerap dan mengeluarkan informasi dan ide baru.
Langkah-Langkah Model Pembelajaran Mind Mapping
Aqib (2014: 23) mengemukakan langkah-langkah model pembelajaran Mind Mapping dalam proses pembelajaran yaitu sebagai berikut:
1) Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai, 2) Guru mengemukakan konsep/permasalahan yang akan ditanggapi oleh siswa/sebaiknya permasalahan yang mempunyai alternatif jawaban, 3) membentuk kelompok yang beranggotakan 2-3 orang, 4) Tiap kelompok menginventarisasi/mencatat alternatif jawaban hasil diskusi, 5) Tiap kelompok (atau diacak kelompok tertentu) membaca hasil diskusinya, guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan guru, 6) Dari data-data di papan, siswa diminta membuat kesimpulan atau guru memberi bandingan sesuai konsep yang disediakan guru.
Berdasarkan pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan Mind Mapping dapat memudahkan siswa untuk memahami dan mengingat materi pembelajaran yang tersaji dalam bentuk Mind Mapping karena dibuat sangat menarik.
Mind Mapping dapat membantu pembelajar mengatasi kesulitan, mengetahui apa yang hendak ditulis, serta bagaimana mengotganisasi gagasan, sebab teknik ini mampu membantu pembelajar menemukan gagasan, mengetahui apa yang akan ditulis pembelajar, serta bagaimana memulainya. Mind mapping sangat baik untuk merencanakan dan mengatur berbagai hal. Untuk membantu peta konsep, ada beberapa langkah yang perlu ditempuh. Deporter (Shoimin 2014: 106) mengemukakan bahwa: “(1) Tulis gagasan utama, (2) tambahkan sebuah cabang, (3) tuliskan kata kunci, (4) Tambahkan Simbol-Simbol”. Secara rinci dapat diuraikan sebagai berikut:
Tulis gagasan utamanya di tengah-tengah kertas dan lingkupilah dengan lingkaran, persegi, atau bentuk lain.
Tambahkan sebuah cabang yang keluar dari pusatnya untuk setiap poin atau gagasan utama. Jumlah cabang-cabangnya akan bervariasi, tergantung darri jumlah gagasan atau segmen. Gunakan warna yang berbeda untuk tiap-tiap cabang.
Tuliskan kata kunci atau frasa pada tiap-tiap cabang yang dikembangkan untuk setail. Kata-kata kunci adalah kata-kata yang menyampaikan inti sebuah gagasan dan memicu ingatan pembelajaran.
Tambahkan simbol-simbol dan ilustrasi-ilustrasi untuk mendapatkan ingatan yang lebih baik.
Keunggulan dan kelemahan model pembelajaran Mind Mapping
keunggulan model pembelajaran Mind Mapping menurut Shoimin (2014: 107) yaitu; “(1) Cara ini cepat, (2) teknik dapat digunakan untuk mengorganisasikan ide-ide yang muncul dalam pemikiran, (3) proses menggambar diagram bisa memunculkan ide-ide yang lain, (4) diagram yang sudah terbentuk bisa menjadi panduan untuk menulis”.
Selain memiliki kelebihan model pembelajaran Mind Mapping juga memiliki beberapa kelemahan. Adapun kelemahan dari model pembelajaran Mind Mapping menurut Shoimin (2014: 107) adalah; “(1) Hanya siswa yang aktif yang terlibat, (2) Tidak seluruh siswa belajar, (3) Jumlah detail informasi tidak dapat dimasukkan”.
Penerapan Model Pembelajaran Mind Mapping dalam Pembelajaran IPS
Berdasarkan langkah-langkah model pembelajaran Mind Mapping dalam pembelajaran IPS, dapat dikemukakan sebagai berikut: kegiatan awal yang terdiri dari guru memulai pelajaran dengan mengucapkan salam, kemudian menunjuk ketua kelas untuk memimpin doa belajar di depan kelas dan semua siswa dengan setentak mengangkat kedua tangannya dan berdoa, setelah itu guru mengabsen siswa, kemudian guru mengadakan apersepsi dengan tanya jawab tentang materi perkembangan teknologi.
Kegiatan inti yang terdiri dari guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai, selanjutnya guru mengemukakan konsep/permasalahan yang mempunyai alternatif jawaban kemudian akan ditanggapi oleh siswa, setelah mengemukakan konsep tersebut, guru membentuk kelompok yang beranggotakan 2-3 orang, dikarenakan semua siswa hadir dengan jumlah 22 orang maka pembentukan kelompok dibagi secara berpasangan sehingga diperoleh 11 kelompok. Setelah pembentukan kelompok, tiap kelompok menginventarisasi/mencatat alternatif jawaban hasil diskusi, setelah masing-masing kelompok selesai mencatat alternatif jawaban selanjutnya guru mengacak kelompok tertentu membaca hasil diskusinya, guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan guru. Selanjutnya dari data-data di papan, siswa diminta membuat kesimpulan atau guru memberi bandingan sesuai konsep yang disediakan guru dan selanjutnya guru memberikan evaluasi dan siswa mengerjakan secara individu. Kegiatan akhir terdiri dari guru tanya jawab tentang materi. Setelah itu, gurru memberikan motivasi kepada siswa untuk rajin belajar, membantu kedua orang tua dan melaksanakan kewajiban sebagai agama islam yaitu shalat dan sebagai akhir pembelajaran guru menutup pelajaran dan siswa menjawab dengan serentak.
Hakikat Hasil Belajar
Pengertian Belajar
Kata atau istilah belajar bukanlah sesuatu yang baru, sudah sangat dikenal secara luas, namun dalam pembahasan belajar ini masing-masing ahli memiliki pemahaman dan definisi yang berbeda-beda. Menurut Leo Sutrisno (Suyono & Hariyanto, 2012: 13) menyatakan bahwa “belajar adalah suatu proses aktif menyusun makna melalui setiap interaksi dengan lingkungan, dengan membangun hubungan antara konsepsi yang telah dimiliki dengan fenomena yang sedang dipelajari“. Dengan demikian, belajar itu bukan sekedar mengingat atau menghafal saja, namun di alami oleh siswa itu sendiri.
Adapun menurut W.S.Winkel (Suyono & Hariyanto, 2012: 14) seorang kognitivis, menyatakan bahwa “belajar adalah suatu aktivitas mental atau psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, keterampilan, dan nilai sikap”. Sejalan dengan itu belajar merupakan proses perubahan perilaku atau pribadi atau perubahan dari diri seseorang berdasarkan pengalaman yang dialaminya. Sementara menurut Suyono, dkk (2012: 9) menyatakan bahwa “belajar adalah suatu aktivitas atau suatu proses untuk memperoleh pengetahuan, meningkatkan keterampilan, memperbaiki perilaku, sikap, dan mengokohkan kepribadian”. Dengan kata lain belajar merupakan proses mencari ilmu yang terjadi dalam diri seseorang melalui latihan, pembiasaan, pengalaman dan sebagainya untuk menjadi manusia yang dewasa sehingga kelak menjadi manusia yang dibanggakan orang tuanya serta negaranya.
Dari beberapa pengertian belajar di atas, maka dapat disimpulan bahwa belajar merupakan suatu aktivitas yang dilakukan seseorang dengan sengaja dalam keadaan sadar untuk memperoleh suatu konsep, pemahaman, atau pengetahuan baru sehingga memungkinkan seseorang terjadinya perubahan perilaku yang relatif tetap baik dalam berpikir, merasa, maupun dalam bertindak.
Pengertian Hasil Belajar
Berdasarkan uraian tentang konsep belajar di atas, dapat dipahami tentang makna hasil belajar, merupakan perubahan-perubahan yang terjadi pada diri siswa, baik yang menyangkut aspek kognitif, afektif, dan psikomotor sebagai hasil dari kegiatan belajar. Sejalan dengan itu Soedijarto (Purwanto, 2013: 46) mengemukakan bahwa “hasil belajar sebagai tingkat penguasaan yang dicapai oleh mahasiswa dalam mengikuti proses belajar mengajar sesuai dengan tujuan pendidikan yang ditetapkan”. Dengan demikian hasil belajar seringkali digunakan sebagai ukuran untuk mengetahui seberapa jauh seseorang menguasai bahan yang sudah diajarkan.
K.Brahim (Susanto, 2013: 5) mengemukakan “hasil belajar dapat diartikan sebagai tingkat keberhasilan siswa dalam mempelajari materi pelajaran di sekolah yang dinyatakan dalam skor yang diperoleh dari hasil tes mengenal sejumlah pelajaran tertentu”. Sejalan dengan itu hasil belajar siswa merupakan kemampuan yang diperoleh siswa setelah melalui proses kegiatan belajar untuk memperoleh suatu bentuk perubahan setelah mempelajari suatu mata pelajaran di sekolah baik berubah tingkah laku ataupun nilai.
Dari kedua pendapat diatas, maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar memiliki peran penting bagi siswa dalam setiap proses kegiatan belajar mengajar yang telah dialaminya, karena penilaian hasil belajar siswa dapat memberikan informasi kepada guru sebagai ukuran untuk mengetahui tentang kemajuan belajar siswa, baik itu menyangkut pengetahuan, sikap dan keterampilan yang terkait dengan mata pelajaran yang diberikan kepada siswa.
Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar
Wasliman (Susanto, 2013: 12) berpendapat bahwa “hasil belajar yang dicapai oleh peserta didik merupakan hasil interaksi antara berbagai faktor yang mempengaruhi, baik faktor internal maupun eksternal”. Sscara perinci, uraian mengenai faktor internal dan eksternal, sebagai berikut:
Faktor internal; faktor internal merupakan faktor yang bersumber dari dalam diri siswa, yang memengaruhi kemampuan belajarnya. Faktor internal ini meliputi: kecerdasan, minat, dan perhatian, motivasi belajar, ketekunan, sikap, kebiasaan belajar, serta kondisi fisik dan kesehatan.
Faktor eksternal; faktor yang berasal dari luar diri peserta didik yang memengaruhi hasil belajar yaitu keluarga, sekolah, dan masyarakat. Keadaan keluarga berpengaruh terhadap hasil belajar siswa, keluarga yang morat-marit keadaan ekonominya, pertengkaran suami istri, perhatian orangtua yang kurang terhadap anaknya, serta kebiasaan sehari-hari berperilaku yang kurang baik dari orangtua dalam kehidupan sehari-hari berpengaruh dalam hasil belajar siswa.
Sedangkan menurut Ruseffendi (Susanto, 2013: 14) mengidentifikasi bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar sebagai berikut: “kecerdasan, kesiapan anak, bakat anak, kemauan belajar, minat anak, model penyajian materi, pribadi dan sikap guru, suasana belajar, kompetensi guru, dan kondisi masyarakat”.
Dari kedua pendapat diatas, maka dapat disimpulkan bahwa faktor yang mempengaruhi meningkatnya hasil belajar adalah siswa dan guru. Pada siswa dilihat bagaimana sikap, pikiran, perhatian, dan aktivitas dalam kegiatan proses pembelajaran. Sedangkan pada guru, bagaimana seorang guru mengarahkan dan membelajarkan siswa dengan caranya yang dapat diterima siswa.
Hakikat Pembelajaran IPS
Pengertian IPS
IPS merupakan suatu pelajaran yang semestinya siswa mendapatkan bekal pengetahuan yang berharga dalam memahami dirinya sendiri dan orang lain dalam lingkungan masyarakat yang berbeda tempat maupun waktu, baik secara individual maupun secara kelompok. Sejalan dengan itu menurut Buchari Alma (Susanto, 2013: 141) berpendapat bahwa:
IPS sebagai suatu program pendidikan yang merupakan suatu keseluruhan yang pada pokoknya mempersoalkan manusia dalam lingkungan alam fisik, maupun dalam lingkungan sosialnya dan yang bahannya diambil dari berbagai ilmu sosial, seperti: geografi, sejarah, ekonomi, antropologi, sosiologi, politik dan psikologi.
Sementara itu Gunawan (2011: 93) menyatakan bahwa “hakikat IPS adalah telaah tentang manusia dan dunianya. Manusia sebagai makhluk sosial selalu hidup bersama dengan sesamanya”. Sejalan dengan itu IPS juga membahas hubungan antara manusia dengan lingkunganya. Lingkungan masyarakat dimana anak didik tumbuh dan berkembang sebagai bagian dari masyarakat, dihadapkan pada berbagai permasalahan yang ada dan terjadi di lingkungan sekitarnya. Dengan demikian pendidikan IPS berusaha membantu peserta didik dalam memecahkan permasalahan yang dihadapi sehingga akan menjadikannya semakin mengerti dan memahami lingkungan sosial masyarakatnya.
Dari kedua pendapat diatas, maka disimpulkan bahwa pendidikan IPS merupakan suatu mata pelajaran yang mengintergrasikan berbagai ilmu-ilmu sosial dengan dan tujuan agar dapat dipahami serta dipelajari oleh siswa sehingga mendapatkan bekal pengetahuan yang berharga dalam memahami dirinya sendiri dan orang lain dalam lingkungan masyarakat.
Tujuan Pembelajaran IPS
Tujuan utama IPS ialah untuk mengembangkan potensi peserta didik agar peka terhadap masalah sosial yang terjadi di masyarakat, memiliki sikap mental positif terhadap perbaikan segala ketimpangan yang terjadi, dan terampil mengatasi setiap masalah yang tejadi sehari-hari, baik yang menimpa dirinya sendiri maupun yang menimpa masyarakat di sekitarnya. Sejalan dengan itu berdasarkan KTSP (2006: 575) tujuan mata pelajaran IPS di SD/MI agar siswa memiliki kemampuan sebagai berikut:
1) Mengenal konsep-konsep yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat dan lingkungannya; 2) Memiliki kemampuan dasar untuk berpikir logis dan kritis, rasa ingin tahu, inkuiri, memecahkan masalah, dan keterampilan dalam kehidupan social; 3) Memilki komitmen dan kesadaran terhadap nilai-nilai sosial dan kemanusiaan; 4) Memilki kemampuan untuk berkomunikasi, bekerjasama dan berkompetisi dalam masyarakat yang majemuk, ditingkat lokal, nasional dan global.
Pembelajaran IPS bertujuan membentuk warga negara yang berkemampuan sosial dan yakin akan kehidupannya sendiri di tengah-tengah kekuatan fisik dan sosial, yang pada gilirannya akan menjadi warga negara yang baik dan bertanggung jawab terhadap bangsa dan negarannya dalam berbagai segi kehidupan sosialnya tersebut. Sejalan dengan itu Wahab (Gunawan, 2011: 21) mengemukakan sebagai berikut:
Tujuan pengajaran IPS di sekolah tidak lagi semata-mata untuk memberi pengetahuan dan menghapal sejumlah fakta dan informasi akan tetapi lebih dari itu. Para siswa selain diharapkan memiliki pengetahuan mereka juga dapat mengembangkan keterampilannya dalam berbagai segi kehidupan dimulai dari keterampilan akademiknya sampai pada keterampilan sosialnya.
Berdasarkan tujuan pembelajaran IPS tersebut diharapkan siswa benar-benar terlibat dalam proses pembelajaran secara aktif sehingga dapat mengenal, memiliki dan mampu berkomunikasi, bekerjasama, berkompetisi dalam kehidupan bermasyarakatnya, sehingga dapat melahirkan warga negara yang baik dan bertanggung jawab terhadap bangsa dan negarannya.
Ruang lingkup IPS
Ruang lingkup mata pelajaran IPS di SD/MI berdasarkan KTSP meliputi aspek-aspek yaitu sebagai berikut: (1) Manusia, tempat dan lingkungan, (2) Waktu, keberlanjuran, dan perubahan, (3) Sistem sosial dan budaya, dan (4) Perilaku ekonomi dan kesejahteraan.
Keempat aspek tersebut sangat penting diajarkan pada siswa SD untuk mempersiapkan diri menghadapi era globalisasi. sehingga siswa diarahkan untuk dapat menjadi warga negara Indonesia yang demokratis, dan bertanggung jawab, serta warga dunia yang cinta damai.
Kerangka Pikir
Salah satu mata pelajaran yang harus dikuasai oleh siswa SD dalam KTSP 2006 adalah IPS. Harapan tentang pengajaran mata pelajaran IPS di SD belum sesuai dengan kenyataan yang ada. Fenomena ini ditemukan pada siswa kelas IV SD Negeri 223 Sumpang Minangae Kecamatan Sibulue Kabupaten Bone, dimana hasil belajar IPS masih rendah. Penyebab rendahnya hasil belajar IPS disebabkan dua aspek adalah aspek guru dan aspek siswa yaitu (1) guru belum maksimal melibatkan siswa dalam proses pembelajaran, sehingga siswa pasif dalam mengikuti proses pembelajaran, (2) guru belum efektif dalam penggunaan media, sehingga siswa kurang motivasi dalam belajar, (3) guru belum maksimal dalam membimbing, sehingga siswa kurang memahami materi pembelajaran, (4) guru kurang berinteraksi dengan siswa, sehingga siswa belum berani mengemukakan ide/pendapatnya.
Berdasarkan analisis masalah di atas, maka untuk mengatasinya, guru perlu menerapkan model yang tepat. Model pembelajaran Mind Mapping efektif dalam meningkatkan potensi dan tingkat pemahaman menyeluruh pada siswa karena Mind Mapping adalah salah satu upaya yang dapat digunakan untuk memberikan kesan mendalam pada proses belajar siswa dan juga menyenangkan, menenangkan dan kreatif bagi siswa.
Adapun langkah-langkah model pembelajaran Mind Mapping, yaitu: (1) Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai, (2) Guru mengemukakan konsep/ permasalahan yang mempunyai alternatif jawaban kemudian akan ditanggapi oleh siswa, (3) membentuk kelompok yang beranggotakan 2-3 orang, (4) Tiap kelompok menginventarisasi/mencatat alternatif jawaban hasil diskusi, (5) Tiap kelompok (diacak kelompok tertentu) membaca hasil diskusinya, guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan guru, (6) Dari data-data di papan, siswa diminta membuat kesimpulan atau guru memberi bandingan sesuai konsep yang disediakan guru. Dengan menggunakan langkah-langkah di atas diharapkan meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPS di kelas IV SD Negeri 223 Sumpang Minangae Kecamatan Sibulue Kabupaten Bone.
Adapun bagan kerangka pikir model pembelajaran Mind Mapping sebagai berikut:
Bagan 2.1 Kerangka Pikir
Hipotesis Tindakan
Berdasarkan kajian pustaka dan kerangka pikir sebelumnya, hipotesis tindakan dalam penelitian ini adalah jika diterapkan model pembelajaran Mind Mapping dalam pembelajaran IPS, maka hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri 223 Sumpang Minangae Kecamatan Sibulue Kabupaten Bone dapat meningkat.
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Pendekatan dan Jenis Penelitian
Pendekatan Penelitian
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. Di samping itu penggunaan pendekatan ini dimaksud untuk membantu peneliti untuk mengkaji keefektifan penerapan model pembelajaran Mind Mapping. Adapun ciri-ciri pendekatan kualitatif yang diungkapkan oleh Lincoln dan Guba (Moleong, 2005: 8) yaitu sebagai berikut:
a) latar alamiah, b) manusia sebagai alat, c) metode kualitatif, d) analisis atau secara induktif, e) teori dan dasar, f) deskriptif, g) lebih mementingkan proses dari pada hasil, h) adanya batas yang ditentukan oleh fokus, i) adanya kriteria khusus untuk keabsahan data, j) desain yang bersifat sementara, k) hasil penelitian dirunding dan disepakati bersama.
Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Arikunto, dkk (2011: 2-3) dalam PTK terkandung tiga kata membentuk pengertian, maka ada tiga pengertian yang dapat diterangkan yaitu sebagai berikut:
1) Penelitian – menunjuk pada suatu kegiatan mencermati suatu objek dengan menggunakan cara dan aturan metodologi tertentu untuk memperoleh data atau informasi yang bermanfaat dalam meningkatkan mutu suatu hal yang menarik minat dan penting bagi peneliti, 2) Tindakan – menunjuk pada sesuatu gerak kegiatan yang sengaja dilakukan dengan tujuan tertentu. Dalam penelitian berbentuk rangkaian siklus kegiatan untuk siswa, 3) Kelas – dalam hal ini tidak terikat pada pengertian ruang kelas, tetapi dalam pengertian yang lebih spesifik. Seperti yang sudah lama dikenal dalam bidang pendidikan dan pengajaran, yang dimaksud dengan istilah kelas adalah sekelompok siswa yang dalam waktu yang sama, menerima pelajaran yang sama dari guru yang sama pula.
Jadi, penelitian tindakan kelas merupakan suatu penelitian yang dilakukan oleh guru dengan cara mencermati proses kegiatan belajar siswa yang berupa sebuah tindakan yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam kelas secara bersamaan.
B. Fokus Penelitian
Penelitian ini difokuskan pada faktor siswa dan faktor guru, kedua hal ini dapat diuraikan yaitu sebagai berikut:
Penerapan Model pembelajaran Mind Mapping. adalah satu bentuk model belajar yang efektif untuk memahami kerangka konsep materi pelajaran. Penelitian ini difokuskan bagaimana penerapan dan keberhasilan model pembelajaran Mind Mapping dalam pembelajaran IPS.
Hasil belajar dalam pembelajaran IPS. Hasil yang dimaksud adalah kemampuan yang dimiliki siswa yang dapat diukur langsung dengan menggunakan tes yang dilakukan oleh guru setelah proses pembelajaran.
C. Setting dan Subjek Penelitian
Setting Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di kelas IV SD Negeri 223 Sumpang Minangae yang berlokasi di Desa Sumpang Minangae RT 02/ RW 02. Dusun Boarenge Kecamatan Sibulue Kabupaten Bone pada semester genap tahun ajaran 2014/2015. Adapun kondisi kelas IV yaitu dalam keadaan normal, terdapat 1 meja guru, 11 meja siswa, 22 kursi siswa, 1 lemari buku, papan tulis, dan berbagai media pembelajaran karya guru dan siswa kelas IV yang dipajang di kelas. Lokasi penelitian ini ditetapkan berdasarkan pertimbangan: 1) masih ditemukan siswa yang memiliki hasil belajar rendah dalam pembelajaran IPS, 2) di sekolah ini belum ada yang melakukan penelitian tindakan kelas dengan menggunakan model pembelajaran Mind Mapping, 3) adanya dukungan dari kepala sekolah dan guru terhadap pelaksanaan penelitian ini.
Subjek Penelitian
Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas IV SD Negeri 223 Sumpang Minangae Kecamatan Sibulue Kabupaten Bone dengan jumlah siswa yang berada di kelas IV SD Negeri 223 Sumpang Minangae Kecamatan Sibulue Kabupaten Bone sebanyak 22 orang yang terdiri atas 13 laki-laki dan 9 perempuan pada semester genap tahun ajaran 2014/2015.
D. Prosedur Penelitian
Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas, dengan model siklus atau berdaur. Arikunto (2011: 16) mengemukakan bahwa “proses penelitian terdiri atas beberapa komponen yang tersusun secara sistematis, yaitu dimulai dari (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, dan (4) refleksi”.
Adapun tahap pelaksanaan penelitian ini adalah tampak seperti bagan di bawah ini :
Bagan 3.1 Skema Alur PTK Model Siklus (Arikunto, dkk, 2011: 16)
1. Tahap Perencanaan Penelitian (Planning)
Rencana tindakan pembelajaran yang disusun secara sistematis, berorientasi ke depan dengan mempertimbangkan peristiwa-peristiwa tak terduga sehingga dapat mengurangi atau mengeliminasi resiko. Berikut akan dijelaskan langkah-langkah kegiatan perencanaan tindakan dalam menggunakan model pembelajaran Mind Mapping pada pembelajaran IPS. Adapun kegiatan yang dilaksanakan pada tahap ini yaitu:
Peneliti dan guru kelas IV menelaah kurikulum dan silabus khususnya mata pelajaran IPS. untuk menentukan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang akan disampaikan kepada siswa dengan menerapkan model pembelajaran Mind Mapping.
Membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang disusun sesuai dengan model pembelajaran Mind Mapping.
Membuat lembar kerja siswa (LKS).
Membuat alat bantu belajar (media pembelajaran) yang diperlukan dalam rangka membantu siswa dalam memahami materi pelajaran.
Membuat evaluasi dan tes siklus.
Membuat lembar observasi aspek guru dan aspek siswa.
Merancang alat penilaian sesuai dengan tes yang telah dibuat.
2. Tahap Pelaksanaan Tindakan (Acting)
Tahap ini merupakan implementasi dari pelaksanaan rancangan yang telah disusun secara kolaboratif antara peneliti dan guru dengan menerapkan model pembelajaran Mind Mapping. Adapun kegiatan yang dilaksanakan pada tahap ini yaitu:
Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
Guru mengemukakan konsep/permasalahan yang mempunyai alternatif jawaban kemudian akan ditanggapi oleh siswa
Membentuk kelompok yang beranggotakan 2-3 orang
Tiap kelompok menginventarisasi/mencatat alternatif jawaban hasil diskusi
Tiap kelompok (diacak kelompok tertentu) membaca hasil diskusinya, guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan guru
Dari data-data di papan, siswa diminta membuat kesimpulan, guru memberi bandingan sesuai konsep yang disediakan guru
3. Tahap Observasi (Observing)
Tahap observasi dilakukan selama proses tindakan berlangsung dengan menggunakan lembar observasi yang telah disiapkan yang terdiri dari lembar observasi aspek guru dan aspek siswa. Pengamatan dilakukan terhadap perilaku dan aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung dan dampak yang ditimbulkan dari perilaku guru terhadap siswa selama proses pembelajaran dengan menerapkan langkah-langkah model pembelajaran Mind Mapping.
4. Tahap Refleksi (Reflecting)
Pada tahap ini dilakukan untuk mengkaji dan merenungkan kembali informasi-informasi awal berkenaan dengan adanya ketidaksesuaian dengan praktek pembelajaran. Tujuannya untuk merumuskan formulasi awal yang kemudian akan dituangkan ke dalam rencana awal tindakan. Refleksi lanjutan ini dilakukan secara bersama (kolaboratif) antara peneliti, guru kelas IV, dan kepala sekolah dalam menemukan bahan perbaikan untuk rencana tindakan selanjutnya yang akan dilakukan.
E. Teknik dan Prosedur Pengumpulan Data
Teknik Pengumpulan Data
Untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini dilakukan dengan tes, pengamatan, dan dokumentasi. Teknik tersebut diuraikan sebagai berikut:
Pengamatan (observasi)
Pengamatan ini dilaksanakan oleh orang yang terlibat aktif dalam pelaksanaan tindakan yaitu oleh Hj. Rosmini, S.Pd (guru kelas IV). Pada pengamatan ini digunakan pedoman pengamatan untuk mencatat hal-hal yang dianggap penting.
Tes
Tes dilakukan untuk mengumpulkan informasi tentang hasil belajar siswa terhadap materi pembelajaran IPS. Tes dilakukan pada setiap akhir pertemuan dalam 2 siklus. Dengan bentuk soal essay untuk mengukur pemahaman siswa dalam proses pembelajaran.
Dokumentasi
Dokumentasi bertujuan untuk mengumpulkan bukti dan keterangan. Dokumentasi dilakukan dengan cara mengumpulkan data nilai tugas siswa pada pelajaran IPS, rekaman foto dan video sabagai gambaran pelaksanaan tindakan.
Prosedur Pengumpulan Data
Prosedur pengumpulan data pada penelitian ini dimulai dari pra penelitian untuk mengetahui masalah apa yang dihadapi guru dan peserta didik dalam proses pembelajaran. Agar data yang diperoleh bisa valid, maka perlu menggunakan prosedur pengumpulan data. Adapun prosedur yang digunakan adalah:
Untuk mengetahui jalannya proses pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran Mind Mapping maka yang digunakan adalah pengamatan (observasi) yang berpedoman pada lembar observasi yang ditujukan untuk siswa dan guru.
Untuk mengumpulkan data tentang hasil belajar siswa maka digunakan tes. Tes yang digunakan berupa tes tertulis yang berbentuk essay. Hal ini digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa kelas IV pada pembelajaran IPS.
Menggunakan dokumentasi untuk mengumpulkan seluruh data siswa berupa nilai hasil belajar yang didapatkan selama proses pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran Mind Mapping. gambaran dalam bentuk foto dan video dapat dijadikan sebagai penunjang atau bukti fisik bahwa telah melakukan penelitian di SD Negeri 223 Sumpang Minangae Kecamatan Sibulue Kabupaten Bone.
F. Teknik Analisis Data dan Indikator Keberhasilan
Teknik Analisis Data
Analisis data dalam penelitian ini dilakukan selama dan sesudah pengumpulan data. Analisis data dilakukan dengan membandingkan hasil pekerjaan siswa dengan hasil observasi. Data yang terkumpul perlu dianalisis sesuai dengan tujuan penelitian. Menurut Sugiyono (2012: 338) ada tiga, yaitu “ 1) mereduksi data, 2) Penyajian data, 3) penarikan kesimpulan dan verifikasi”. Analisis tersebut diuraikan sebagai berikut:
Mereduksi data
Mereduksi data adalah proses kegiatan menyeleksi, memfokuskan dan menyederhanakan semua data yang telah diperoleh melalui berbagai sumber, yaitu data hasil tes, observasi, dan catatan lapangan.
Penyajian data
Penyajian data dilakukan dengan cara menyusun secara naratif, sekumpulan informasi yang telah diperoleh dari hasil reduksi, sehingga dapat memberikan kemungkinan penarikan kesimpulan dan penarikan tindakan. Informasi yang dimaksud adalah uraian proses kegiatan pembelajaran, peningkatan pemahaman siswa, kesulitan yang dihadapi siswa serta hasil yang diperoleh sebagai akibat dari pemberian tindakan.
Penarikan kesimpulan dan verifikasi
Penarikan kesimpulan dan verifikasi adalah memberikan kesimpulan terhadap hasil penafsiran dan evaluasi. Penarikan kesimpulan merupakan pengungkapan akhir dari hasil tindakan berdasarkan data yang telah disajikan.
Indikator keberhasilan
Indikator keberhasilan dalam penelitian ini meliputi indikator proses dan hasil dalam penelitian pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Mind Mapping. Dari segi proses yaitu keterlaksanaan skenario pembelajaran yang dilakukan guru dalam menerapkan model pembelajaran Mind Mapping tersebut dapat dilihat pada proses yang dikelolah oleh guru dalam mengajarkan materi pembelajaran. Sedangkan dari segi hasil yaitu dilihat dari peningkatan hasil belajar siswa pada materi pembelajaran pada mata pelajaran IPS yang ditandai dalam keberhasilan belajar secara klasikal minimal 70% yang sesuai dengan KKM yang ada di SD Negeri 223 Sumpang Minangae Kecamatan Sibulue Kabupaten Bone.
Adapun Kriteria yang digunakan untuk mengungkapkan kemampuan siswa adalah sesuai dengan kriteria yang dikemukakan oleh Arikunto & Safruddin (2010: 35), yaitu sebagai berikut:
Tabel 3.1 Kriteria Ketuntasan Belajar
Tingkat PenguasaanKualifikasi81 % - 100 % Sangat baik (SB)61 % - 80 % Baik (B)41 % - 60 % Cukup (C)21 % - 40 % Kurang (K)< 21 % Sangat kurang (SK)
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Hasil Penelitian
Paparan Data Tindakan Siklus I
Penelitian tindakan kelas dilaksanakan di SD Negeri 223 Sumpang Minangae Kecamatan Sibulue Kabupaten Bone dengan menerapkan Model Pembelajaran Mind Mapping dilaksanakan dalam dua siklus. Untuk siklus I pertemuan I diadakan pada hari Rabu, tanggal 25 Maret 2015 dan pertemuan II diadakan pada hari Rabu, tanggal 01 April 2015. Masing-masing pertemuan disetiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap observasi dan tahap refleksi, untuk setiap tahap tersebut akan dijelaskan sebagai berikut:
Tahap Perencanaan
Perencanaan tindakan dilaksanakan sebelum pelaksanaan tindakan kelas. adapun kegiatan yang dilaksanakan yaitu (1) peneliti bersama dengan guru kelas IV menelaah kurikulum dan silabus khususnya mata pelajaran IPS, (2) membuat rencana pelaksanaan pembelajaran atau RPP yang disusun sesuai dengan langkah-langkah model pembelajaran Mind Mapping, (3) membuat lembar kerja siswa atau LKS untuk memudahkan siswa melakukan kerja kelompok, (4) membuat alat bantu belajar (media pembelajaran) yang diperlukan dalam rangka membantu siswa dalam memahami materi pelajaran, (5) membuat soal-soal tes siklus dan evaluasi, (6) membuat lembar observasi aspek guru dan aspek siswa, dan (7) merancang alat penilaian sesuai dengan tes siklus yang telah dibuat.
Perencanaan pembelajaran ini dibagi atas tiga kegiatan, yakni kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan akhir. Pada pertemuan pertama dan kedua pada siklus I standar kompetensi dan kompetensi dasar yang dibahas sama namun indikatornya berbeda. Standar Kompetensi yang akan dibahas dalam peneliti ini yaitu 2. mengenal sumber daya alam, kegiatan ekonomi, dan kemajuan teknologi dilingkungan kabupaten dan provinsi dengan kompetensi dasar yaitu 2.3 mengenal perkembangan teknologi produksi, komunikasi, dan transportasi serta pengalaman penggunakannya. Indikator dalam penelitian ini untuk pertemuan I yaitu 2.3.1 membandingkan jenis-jenis teknologi produksi pada masa lalu dan masa kini. Tujuan dalam penelitian ini adalah (1) melalui model pembelajaran Mind Mapping siswa dapat menjelaskan pengertian teknologi produksi, (2) melalui model pembelajaran Mind Mapping siswa dapat menyebutkan jenis-jenis teknologi produksi, dan (3) melalui model pembelajaran Mind Mapping siswa dapat membedakan jenis-jenis teknologi produksi pada masa lalu dan masa kini. Indikator dalam penelitian ini untuk pertemuan II yaitu 2.3.2 membandingkan jenis-jenis teknologi komunikasi pada masa lalu dan masa kini. Tujuan dalam penelitian ini adalah (1) melalui model pembelajaran Mind Mapping siswa dapat menjelaskan pengertian teknologi komunikasi, (2) melalui model pembelajaran Mind Mapping siswa dapat menyebutkan jenis-jenis teknologi komunikasi, dan (3) melalui model pembelajaran Mind Mapping siswa dapat membedakan jenis-jenis teknologi komunikasi pada masa lalu dan masa kini.
Pada penelitian ini, peneliti selanjutnya akan bertindak sebagai guru dalam proses pembelajaran. Agar semua kegiatan yang berlangsung selama pembelajaran dapat diamati dengan baik, maka kegiatan pengamatan dibantu oleh guru kelas IV SD Negeri 223 Sumpang Minangae Kecamatan Sibulue Kabupaten Bone. Adapun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran atau RPP selengkapnya pada pertemuan I (lampiran 4 halaman 78) dan pertemuan II (lampiran 9 halaman 95).
Tahap Pelaksanaan
Pertemuan I
Pelaksanaan pembelajaran pada siklus I pertemuan I dengan materi yaitu perkembangan teknologi produksi melalui model pembelajaran Mind Mapping di kelas IV SD Negeri 223 Sumpang Minangae Kecamatan Sibulue Kabupaten Bone. Pelaksanaan dilakukan pada hari Rabu, tanggal 25 Maret 2015 mulai pukul 10.10-11.55 WITA. Yang diikuti oleh seluruh siswa kelas IV SD Negeri 223 Sumpang Minangae yang berjumlah 22 orang yang terdiri dari 13 laki-laki dan 9 perempuan. Pelaksanaan tindakan siklus I pertemuan I dilaksanakan selama 3 x 35 menit yang dialokasikan untuk tiga kegiatan yaitu kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan akhir, kesemuanya ini sudah dikonsep pada perencanaan pelaksanaan pembelajaran, ketiga kegiatan tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:
Kegiatan Awal
Kegiatan awal merupakan kegiatan pertama dengan waktu 15 menit. Pada kegiatan ini guru memulai pelajaran dengan mengucapkan salam dan siswa menjawab dengan serentak. Guru mengajak siswa untuk berdoa dan ketua kelasnya maju kedepan untuk memimpin doa dan semua siswa mengangkat kedua tangannya secara bersamaan. Ada siswa yang terlihat menganggu temannya, sehingga guru mendekati siswa tersebut dan siswa itu kembali berdoa, setelah itu guru mengecek kehadiran siswa dan siswa mengangkat tangan dan menjawab saat guru menyebut namanya. Selanjutnya guru mengadakan apersepsi yaitu bertanya jawab tentang teknologi produksi dengan bertanya langsung kepada siswa untuk menggali pengetahuannya. Setelah kegiatan awal selesai maka dilanjutkan kegiatan selanjutnya.
Kegiatan Inti
Sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran yang disusun, maka kegiatan ini berlangsung selama 75 menit. Pada kegiatan inti ini guru melakukan pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran Mind Mapping yang terdiri dari guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai yaitu melalui model pembelajaran Mind Mapping siswa dapat menjelaskan pengertian teknologi produksi, siswa dapat menyebutkan jenis-jenis teknologi produksi, dan siswa dapat membedakan jenis-jenis teknologi produksi pada masa lalu dan masa kini, siswa pun memperhatikan dengan tenang dan tertib kemudian guru mengemukakan konsep/permasalahan yang mempunyai alternatif jawaban mengenai jenis-jenis teknologi produksi dan perbedaan jenis-jenis teknologi produksi pada masa lalu dan masa kini, sebelumnya guru menjelaskan cara membuat peta konsep kemudian guru menampilkan media berupa peta konsep sebagai contoh. Selanjutnya guru melakukan tanya jawab tentang teknologi produksi berdasarkan pengamatannya pada media yang di pajang di papan tulis namun ada siswa yang menanggapi namun kurang tepat. Guru membentuk kelompok yang beranggotakan 2-3 orang, dikarenakan semua siswa hadir dengan jumlah 22 orang maka pembentukan kelompok dibagi secara berpasangan berdasarkan tempat duduk siswa sehingga diperoleh 11 kelompok dan dibagikan materi ajar dan LKS serta membagikan topik-topik sesuai keinginan guru namun ada siswa yang mengganggu temannya. Guru menasehatinya dan siswa itu pun diam. Setelah pembentukan kelompok. Guru meminta tiap kelompok mencatat alternatif jawaban hasil diskusi sesuai petunjuk di LKS. kemudian siswa langung mengerjakan LKS sesuai petunjuk. setelah masing-masing kelompok selesai mencatat alternatif jawaban selanjutnya guru mengacak tiap kelompok tertentu membaca hasil diskusinya berdasarkan keinginan guru namun perwakilan kelompok tertentu terlihat malu dan gelisah. Guru pun memotivasi kelompok tersebut, kemudian guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan guru dengan jelas. Selanjutnya dari data-data di papan, guru meminta siswa membuat kesimpulan dan selanjutnya guru memberi evaluasi dan membagikan lembar soal dan siswa pun mengerjakan secara individu.
Kegiatan Akhir
Sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran yang disusun, penyajian maka kegiatan akhir berlangsung selama 15 menit yang terdiri dari guru memberikan motivasi kepada siswa untuk rajin belajar, membantu kedua orang tua dan melaksanakan kewajiban sebagai agama islam yaitu shalat. Guru menunjuk ketua kelas untuk memimpin doa di depan kelas dan semua siswa mengangkat kedua tangannya secara bersamaan. Guru mengucapkan salam dan siswa menjawab dengan serentak.
Pertemuan II
Pelaksanaan pembelajaran pada siklus I pertemuan II dengan materi yaitu perkembangan teknologi komunikasi melalui model pembelajaran Mind Mapping di kelas IV SD Negeri 223 Sumpang Minangae Kecamatan Sibulue Kabupaten Bone. Pelaksanaan dilakukan pada hari Rabu, 01 April 2015 mulai pukul 10.10-11.55 WITA. Yang diikuti oleh seluruh siswa kelas IV SD Negeri 223 Sumpang Minangae Kecamatan Sibulue Kabupaten Bone yang berjumlah 22 orang yang terdiri dari 13 laki-laki dan 9 perempuan. Pelaksanaan tindakan siklus I pertemuan I dilaksanakan selama 3 x 35 menit yang dialokasikan untuk tiga kegiatan yaitu kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan akhir, kesemuanya ini sudah dikonsep pada perencanaan pelaksanaan pembelajaran, ketiga kegiatan tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:
Kegiatan awal
Kegiatan awal merupakan kegiatan pertama dengan waktu 15 menit. Pada kegiatan ini guru memulai pelajaran dengan mengucapkan salam dan siswa menjawab dengan serentak meskipun tampak beberapa siswa yang masih berbicara dengan temannya. Guru kemudian mengajak siswa untuk berdoa dan ketua kelasnya maju kedepan untuk memimpin doa dan semua siswa mengangkat kedua tangannya secara bersamaan. Guru mengecek kehadiran siswa dan siswa mengangkat tangan dan menjawab saat guru menyebut namanya. Selanjutnya mengadakan apersepsi yaitu bertanya jawab tentang materi teknologi komunikasi yang akan diajarkan dengan bertanya langsung kepada siswa untuk menggali pengetahuannya. Setelah kegiatan awal selesai maka dilanjutkan kegiatan selanjutnya.
Kegiatan inti
Sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran yang disusun, maka kegiatan ini berlangsung selama 75 menit. Pada kegiatan inti ini guru melakukan pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran Mind Mapping yang terdiri dari guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai yaitu melalui model pembelajaran Mind Mapping siswa dapat menjelaskan pengertian teknologi komunikasi, siswa dapat mengemukakan jenis-jenis teknologi komunikasi, dan siswa dapat membandingkan jenis-jenis teknologi komunikasi pada masa lalu dan masa kini. Siswa pun memperhatikan dengan tenang dan tertib. Guru mengemukakan konsep/permasalahan yang mempunyai alternatif jawaban mengenai pengertian teknologi komunikasi, jenis-jenis teknologi komunikasi dan perbedaan jenis-jenis teknologi komunikasi pada masa lalu dan masa kini. Siswa pun memperhatikan dengan tenang. Sebelumnya guru mengingarkan siswa cara membuat peta konsep seperti yang telah dipelajari sebelumnya kemudian guru menampilkan media berupa peta konsep sebagai contoh. Selanjutnya guru melakukan tanya jawab tentang teknologi komunikasi berdasarkan pengamatannya pada media yang di pajang di papan tulis. Setelah itu, guru membentuk kelompok yang beranggotakan 2-3 orang, dikarenakan semua siswa hadir dengan jumlah 22 orang maka pembentukan kelompok dibagi secara berpasangan berdasarkan tempat duduk siswa sehingga diperoleh 11 kelompok kemudian dibagikan materi ajar dan LKS serta membagikan topik-topik sesuai keinginan guru namun masih ada siswa yang menganggu temannya. Guru menegur kemudian siswa tersebut diam. Setelah pembentukan kelompok, guru membimbing tiap kelompok mencatat alternatif jawaban hasil diskusi sssuai petunjuk di LKS dengan jelas, setelah masing-masing kelompok selesai mencatat alternatif jawaban berupa peta konsep selanjutnya guru mengacak tiap kelompok tertentu membaca hasil diskusinya berdasarkan keinginan siswa kemudian guru mencatat di papan tulis dan mengelompokkan sesuai kebutuhan guru dengan jelas. Selanjutnya dari data-data di papan, guru meminta siswa membuat kesimpulan. Guru memberikan evaluasi kemudian siswa mengerjakan secara individu.
Kegiatan akhir
Sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran yang disusun, penyajian maka kegiatan akhir berlangsung selama 15 menit yang terdiri dari guru memberikan motivasi kepada siswa untuk rajin belajar, membantu kedua orang tua dan melaksanakan kewajiban sebagai agama islam yaitu shalat. Guru mengajak siswa untuk berdoa secara bersama-sama dan menujuk ketua kelas untuk memimpin doa di depan dan guru mengucapkan salam dan siswa menjawab dengan serentak.
Tahap Observasi
Pertemuan I
Keberhasilan tindakan pertemuan I diamati selama proses pelaksanaan yang ada pada tindakan selama proses pelaksanaan tindakan dan setelah tindakan. Fokus pengamatan adalah perilaku guru dan siswa dengan menggunakan lembar observasi. Adapun aspek yang diamati adalah aktivitas guru dan siswa dalam proses pembelajaran yaitu dari 6 aktivitas inti yang dilakukan oleh guru. Aktifitas yang terlaksana dengan kualifikasi kurang (K). Selanjutnya pada kegiatan inti terdapat 6 indikator yang diharapkan (1) Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai, terlaksana dengan kualifikasi baik (B) karena guru menjelaskan kompetensi yang ingin dicapai (2) Guru mengemukakan konsep/permasalahan yang mempunyai alternatif jawaban kemudian ditanggapi oleh siswa, terlaksana dengan kualifikasi cukup (C) karena guru hanya menjelaskan cara membuat peta konsep, menampilkan media contoh peta konsep, menjelaskan media tersebut kemudian ditanggapi oleh siswa. (3) Guru membentuk kelompok yang beranggotakan 2 siswa, terlaksana dengan kualifikasi cukup (C) karena guru hanya membentuk kelompok berdasarkan tempat duduk siswa. (4) Guru membimbing tiap kelompok mencatat alternatif jawaban hasil diskusi sssuai petunjuk di LKS, terlaksana dengan kualifikasi kurang (K) guru hanya meminta tiap kelompok mencatat alternatif jawaban hasil diskusi sesuai petunjuk di LKS. (5) Guru mengacak tiap kelompok tertentu membaca hasil diskusinya kemudian guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan guru, terlaksana dengan kualifikasi kurang (K) karena guru hanya mengacak tiap kelompok tertentu membaca hasil diskusinya berdasarkan keinginan guru. (6) Guru meminta siswa membuat kesimpulan dan guru memberi bandingan sesuai konsep yang disediakan guru, terlaksana dengan kualifikasi kurang (K) karena guru hanya meminta siswa membuat kesimpulan.
Hasil observasi pada kegiatan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran pada kegiatan inti terdapat 6 indikator yang diharapkan adalah (1) Siswa memperhatikan kompetensi yang disampaikan guru, terlaksana dengan kualifikasi baik (B) karena 15 siswa memperhatikan kompetensi yang disampaikan guru dengan tenang dan tertib. (2) Siswa memperhatikan konsep/permasalahan yang disampaikan oleh guru dan menanggapi mengenai teknologi produksi, terlaksana dengan kualifikasi cukup (C) karena hanya 12 siswa memperhatikan cara membuat peta konsep yang disampaikan oleh guru dengan tenang dan menanggapi dengan tepat. (3) Siswa membentuk kelompok sesuai intruksi dari guru, terlaksana dengan kualifikasi cukup (C) karena hanya 13 siswa membentuk kelompok sesuai intruksi dari guru dengan tertib dan disiplin. (4) Tiap kelompok menginventarisasi/mencatat alternatif jawaban hasil diskusi, terlaksana dengan kualifikasi kurang (K) karena hanya 7 kelompok menginventarisasi/mencatat alternatif jawaban hasil diskusi sesuai intruksi guru dengan kerja sama. (5) Tiap kelompok tertentu diacak untuk membacakan hasil diskusinya, terlaksana dengan kualifikasi kurang (K) karena hanya 8 kelompok tertentu diacak untuk membacakan hasil diskusinya dengan percaya diri dan tepat. (6) siswa membuat kesimpulan dari konsep yang disediakan guru, terlaksana dengan kualifikasi kurang (K) karena hanya 5 siswa membuat kesimpulan dari konsep yang disediakan guru dengan jelas dan sistematis.
Pertemuan II
Keberhasilan tindakan pertemuan II diamati selama proses pelaksanaan yang ada pada tindakan selama proses pelaksanaan tindakan dan setelah tindakan. Fokus pengamatan adalah perilaku guru dan siswa dengan menggunakan lembar observasi. Adapun aspek yang diamati adalah aktivitas guru dan siswa dalam proses pembelajaran yaitu dari 6 aktivitas inti yang di lakukan oleh guru. Aktifitas yang terlaksana dengan kualifikasi cukup (C). Selanjutnya pada kegiatan inti terdapat 6 indikator yang diharapkan (1) Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai, terlaksana dengan kualifikasi baik (B) karena guru menjelaskan kompetensi yang ingin dicapai. (2) Guru mengemukakan konsep/permasalahan yang mempunyai alternatif jawaban kemudian ditanggapi oleh siswa, terlaksana dengan kualifikasi baik (B) karena guru menjelaskan cara membuat peta konsep, menampilkan media contoh peta konsep, menjelaskan media tersebut, tanya jawab tentang media tersebut kemudian ditanggapi oleh siswa. (3) Guru membentuk kelompok yang beranggotakan 2 orang, terlaksana dengan kualifikasi cukup (C) karena guru hanya membentuk kelompok berdasarkan tempat duduk siswa. (4) Guru membimbing tiap kelompok mencatat alternatif jawaban hasil diskusi sssuai petunjuk di LKS, terlaksana dengan kualifikasi cukup (C) karena guru hanya membimbing tiap kelompok mencatat alternatif jawaban hasil diskusi sesuai petunjuk, membagikan LKS setiap kelompok. (5) Guru mengacak tiap kelompok tertentu membaca hasil diskusinya kemudian guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan guru, terlaksana dengan kualifikasi cukup (C) karena guru hanya mengacak tiap kelompok tertentu membaca hasil diskusinya berdasarkan keinginan siswa kemudian guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan guru. (6) Guru meminta siswa membuat kesimpulan dan guru memberi bandingan sesuai konsep yang disediakan guru, terlaksana dengan kualifikasi kurang (K) karena guru hanya meminta siswa membuat kesimpulan.
Hasil observasi pada kegiatan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran pada kegiatan inti terdapat 6 indikator yang diharapkan adalah (1) Siswa memperhatikan kompetensi yang disampaikan guru, terlaksana dengan kualifikasi baik (B) karena 17 siswa memperhatikan kompetensi yang disampaikan guru dengan tenang dan tertib. (2) Siswa memperhatikan konsep/permasalahan yang disampaikan oleh guru dan menanggapi mengenai teknologi produksi, terlaksana dengan kualifikasi baik (B) karena 15 siswa memperhatikan cara membuat peta konsep yang disampaikan oleh guru dengan tenang dan menanggapi dengan tepat. (3) Siswa membentuk kelompok sesuai intruksi dari guru, terlaksana dengan kualifikasi cukup (C) karena hanya 14 siswa membentuk kelompok sesuai intruksi dari guru dengan tertib dan disiplin. (4) Tiap kelompok menginventarisasi/mencatat alternatif jawaban hasil diskusi, terlaksana dengan kualifikasi cukup (C) karena hanya 9 kelompok menginventarisasi/mencatat alternatif jawaban hasil diskusi sesuai intruksi guru dengan kerja sama. (5) Tiap kelompok tertentu diacak untuk membacakan hasil diskusinya, terlaksana dengan kualifikasi cukup (C) karena hanya 10 kelompok tertentu diacak untuk membacakan hasil diskusinya dengan percaya diri dan tepat. (6) siswa membuat kesimpulan dari konsep yang disediakan guru, terlaksana dengan kualifikasi kurang (K) karena hanya 7 siswa membuat kesimpulan dari konsep yang disediakan guru dengan jelas dan sistematis.
Tahap Refleksi
Pertemuan I
Berdasarkan hasil pengamatan yang telah diperoleh, maka diadakan refleksi dari tindakan yang telah dilakukan. Dalam penelitian siklus I pertemuan I ditemukan hasil dari aspek guru dan aspek siswa sebagai berikut:
Pada saat kegiatan mengemukakan konsep/permasalahan yang mempunyai alternatif jawaban dinilai cukup karena guru menjelaskan cara membuat peta konsep, menampilkan media contoh peta konsep, menjelaskan media tersebut kemudian ditanggapi oleh siswa sehingga hanya 12 siswa memperhatikan konsep/permasalahan tersebut dengan tenang dan menanggapi dengan tepat.
Pada saat kegiatan membentuk kelompok yang beranggotakan 2 siswa dinilai cukup karena guru membentuk kelompok berdasarkan tempat duduk siswa sehingga hanya 13 siswa membentuk kelompok sesuai intruksi dari guru dengan tertib dan disiplin.
Pada saat kegiatan menginventarisasi/mencatat alternatif jawaban hasil diskusi dinilai kurang karena guru membimbing tiap kelompok mencatat alternatif jawaban hasil diskusi sesuai petunjuk, membagikan LKS setiap kelompok sehingga hanya 7 kelompok menginventarisasi/mencatat alternatif jawaban hasil diskusi sesuai intruksi guru dengan kerja sama.
Pada saat kegiatan membacakan hasil diskusi dinilai kurang karena guru mengacak tiap kelompok tertentu membaca hasil diskusinya berdasarkan keinginan guru sehingga hanya 8 kelompok tertentu diacak untuk membacakan hasil diskusinya dengan percaya diri dan tepat.
Pada saat membuat kesimpulan dinilai kurang karena guru hanya meminta siswa membuat kesimpulan sehingga hanya 5 siswa membuat kesimpulan dari konsep yang disediakan guru dengan jelas dan sistematis.
Berdasarkan analisis di atas, maka disimpulkan bahwa pembelajaran tentang materi perkembangan teknologi produksi belum berhasil serta ada langkah-langkah pelaksanaan model pembelajaran Mind Mapping yang kurang, sehingga dilanjutkan pada pertemuan berikutnya. Peneliti dalam hal ini sebagai guru perlu melakukan perbaikan pada pertemuan II. Oleh sebab itu, pelaksanaan tindakan perlu diulang pada pertemuan II dengan memperhatikan temuan-temuan pada pertemuan I yaitu tahap aktivitas pada aspek guru dan aspek siswa yang perlu diperbaiki yang diuraikan sebagai berikut:
Guru sebaiknya menjelaskan cara membuat peta konsep, menampilkan media contoh peta konsep, menjelaskan media tersebut, tanya jawab tentang media tersebut kemudian ditanggapi oleh siswa sehingga siswa memperhatikan cara membuat peta konsep yang disampaikan oleh guru dengan tenang dan menanggapi dengan tepat.
Guru sebaiknya membentuk kelompok berdasarkan tingkat kemampuan siswa, mengatur posisi duduk sesuai kelompok sehingga siswa membentuk kelompok sesuai intruksi dari guru dengan tertib dan disiplin.
Guru sebaiknya membimbing tiap kelompok mencatat alternatif jawaban hasil diskusi sesuai petunjuk, membagikan LKS setiap kelompok, mengawasi setiap kelompok sehingga tiap kelompok menginventarisasi/mencatat alternatif jawaban hasil diskusi sesuai intruksi guru dengan kerja sama.
Guru sebaiknya mengacak tiap kelompok tertentu dengan cara lot membaca hasil diskusinya kemudian guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan guru sehingga tiap kelompok tertentu diacak untuk membacakan hasil diskusinya dengan percaya diri dan tepat.
Guru sebaiknya meminta siswa membuat kesimpulan dan guru memberi bandingan sesuai konsep yang disediakan guru secara jelas dan sistematis
sehingga siswa membuat kesimpulan dari konsep yang disediakan guru dengan jelas dan sistematis.
Pertemuan II
Berdasarkan hasil pengamatan yang telah diperoleh, maka diadakan refleksi dari tindakan yang telah dilakukan. Dalam penelitian siklus I pertemuan II ditemukan hasil dari aspek guru dan aspek siswa sebagai berikut:
Pada saat kegiatan membentuk kelompok yang beranggotakan 2 siswa dinilai cukup karena guru membentuk kelompok berdasarkan tempat duduk siswa sehingga hanya 14 siswa membentuk kelompok sesuai intruksi dari guru dengan tertib dan disiplin.
Pada saat kegiatan menginventarisasi/mencatat alternatif jawaban hasil diskusi dinilai cukup karena guru membimbing tiap kelompok mencatat alternatif jawaban hasil diskusi sesuai petunjuk, membagikan LKS setiap kelompok
Sehingga hanya 9 kelompok menginventarisasi/mencatat alternatif jawaban hasil diskusi sesuai intruksi guru dengan kerja sama.
Pada saat kegiatan membacakan hasil diskusi dinilai cukup karena guru mengacak tiap kelompok tertentu membaca hasil diskusinya berdasarkan keinginan siswa kemudian guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan guru sehingga hanya 10 kelompok tertentu diacak untuk membacakan hasil diskusinya dengan percaya diri dan tepat.
Pada saat membuat kesimpulan dinilai kurang karena guru hanya meminta siswa membuat kesimpulan sehingga hanya 7 siswa membuat kesimpulan dari konsep yang disediakan guru dengan jelas dan sistematis.
Berdasarkan analisis di atas, maka disimpulkan bahwa pembelajaran tentang materi perkembangan teknologi komunikasi belum berhasil serta ada langkah-langkah pelaksanaan model pembelajaran Mind Mapping yang kurang. Peneliti dalam hal ini sebagai guru perlu melakukan perbaikan pada pertemuan berikutnya. Oleh sebab itu, pelaksanaan tindakan perlu dilanjutkan ke siklus II dengan memperhatikan temuan-temuan pada siklus I yaitu tahap aktivitas pada aspek guru dan aspek siswa yang perlu diperbaiki. Adapun dari aspek guru dan aspek siswa yang diuraikan sebagai berikut:
Guru sebaiknya membentuk kelompok berdasarkan tingkat kemampuan siswa, mengatur posisi duduk sesuai kelompok sehingga siswa membentuk kelompok sesuai intruksi dari guru dengan tertib dan disiplin
Guru sebaiknya membimbing tiap kelompok mencatat alternatif jawaban hasil diskusi sesuai petunjuk, membagikan LKS setiap kelompok, mengawasi setiap kelompok sehingga tiap kelompok menginventarisasi/mencatat alternatif jawaban hasil diskusi sesuai intruksi guru dengan kerja sama
Guru sebaiknya mengacak tiap kelompok tertentu dengan cara lot membaca hasil diskusinya kemudian guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan guru sehingga tiap kelompok tertentu diacak untuk membacakan hasil diskusinya dengan percaya diri dan tepat
Guru sebaiknya meminta siswa membuat kesimpulan dan guru memberi bandingan sesuai konsep yang disediakan guru secara jelas dan sistematis sehingga siswa membuat kesimpulan dari konsep yang disediakan guru dengan jelas dan sistematis
Paparan Data Tindakan Siklus II
Penelitian tindakan kelas dilaksanakan di SD Negeri 223 Sumpang Minangae Kecamatan Sibulue Kabupaten Bone dengan menerapkan Model Pembelajaran Mind Mapping. Untuk siklus II pertemuan I diadakan pada hari Rabu, tanggal 08 April 2015 dan pertemuan II diadakan pada hari Rabu, tanggal 15 April 2015. Masing-masing pertemuan disetiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap observasi dan tahap refleksi, untuk setiap tahap tersebut dijelaskan sebagai berikut:
Tahap Perencanaan
Perencanaan tindakan dilaksanakan sebelum pelaksanaan tindakan kelas. adapun kegiatan yang dilaksanakan yaitu (1) peneliti bersama dengan guru kelas IV menelaah kurikulum dan silabus khususnya mata pelajaran IPS, (2) membuat rencana pelaksanaan pembelajaran atau RPP yang disusun sesuai dengan langkah-langkah model pembelajaran Mind Mapping, (3) membuat lembar kerja siswa atau LKS untuk memudahkan siswa melakukan kerja kelompok, (4) membuat alat bantu belajar (media pembelajaran) yang diperlukan dalam rangka membantu siswa dalam memahami materi pelajaran, (5) membuat soal-soal tes siklus dan evaluasi, (6) membuat lembar observasi aspek guru dan aspek siswa, dan (7) merancang alat penilaian sesuai dengan tes siklus yang telah dibuat.
Perencanaan pembelajaran ini dibagi atas tiga kegiatan, yakni kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan akhir. Pada pertemuan pertama dan kedua pada siklus I1 standar kompetensi dan kompetensi dasar yang dibahas sama namun indikatornya berbeda. Standar Kompetensi yang akan dibahas dalam peneliti ini yaitu 2. mengenal sumber daya alam, kegiatan ekonomi, dan kemajuan teknologi dilingkungan kabupaten dan provinsi dengan kompetensi dasar yaitu 2.3 mengenal perkembangan teknologi produksi, komunikasi, dan transportasi serta pengalaman penggunakannya. Indikator dalam penelitian ini untuk pertemuan I yaitu 2.3.3 membandingkan keunggulan dan kelemahan jenis-jenis alat teknologi komunikasi pada masa lalu dan masa kini. Tujuan dalam penelitian ini adalah adalah (1) melalui model pembelajaran Mind Mapping siswa dapat menyebutkan jenis-jenis teknologi komunikasi, (2) melalui model pembelajaran Mind Mapping siswa dapat mengemukakan manfaat jenis-jenis teknologi komunikasi, dan (3) melalui model pembelajaran Mind Mapping siswa membandingkan keunggulan dan kelemahan jenis-jenis teknologi komunikasi pada masa lalu dan masa kini. Indikator dalam penelitian ini untuk pertemuan II yaitu 2.3.4 membandingkan jenis-jenis teknologi transportasi pada masa lalu dan masa kini. Tujuan dalam penelitian ini (1) melalui model pembelajaran Mind Mapping siswa dapat menjelaskan pengertian teknologi transportasi, (2) melalui model pembelajaran Mind Mapping siswa dapat menyebutkan jenis-jenis teknologi transportasi, dan (3) melalui model pembelajaran Mind Mapping siswa dapat membedakan jenis-jenis teknologi transportasi pada masa lalu dan masa kini. Adapun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran atau RPP selengkapnya pada pertemuan I (lampiran 15 halaman 113) dan pertemuan II (lampiran 20 halaman 130)
Tahap Pelaksanaan
Pertemuan I
Pelaksanaan pembelajaran pada siklus II pertemuan I dengan materi yaitu keunggulan dan kelemahan teknologi komunikasi melalui model pembelajaran Mind Mapping di kelas IV SD Negeri 223 Sumpang Minangae Kecamatan Sibulue Kabupaten Bone. Pelaksanaan dilakukan pada hari Rabu, 08 April 2015 mulai pukul 10.10-11.55 WITA. Yang diikuti oleh seluruh siswa kelas IV SD Negeri 223 Sumpang Minangae Kecamatan Sibulue Kabupaten Bone yang berjumlah 22 orang yang terdiri dari 13 laki-laki dan 9 perempuan. Pelaksanaan tindakan siklus I pertemuan I dilaksanakan selama 3 x 35 menit yang dialokasikan untuk tiga kegiatan yaitu kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan akhir, kesemuanya ini sudah dikonsep pada perencanaan pelaksanaan pembelajaran, ketiga kegiatan tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:
Kegiatan Awal
Kegiatan awal merupakan kegiatan pertama dengan waktu 15 menit. Pada kegiatan ini guru memulai pelajaran dengan mengucapkan salam dan siswa menjawab dengan serentak. Guru mengajak siswa untuk berdoa dan ketua kelasnya maju kedepan untuk memimpin doa dan semua siswa mengangkat kedua tangannya secara bersamaan, setelah itu guru mengecek kehadiran siswa dan siswa mengangkat tangan dan menjawab saat guru menyebut namanya. Selanjutnya mengadakan apersepsi yaitu bertanya jawab tentang materi teknologi komunikasi yang akan diajarkan dengan bertanya langsung kepada siswa untuk menggali pengetahuannya. Setelah kegiatan awal selesai maka dilanjutkan kegiatan selanjutnya.
Kegiatan Inti
Sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran yang disusun, maka kegiatan ini berlangsung selama 75 menit. Pada kegiatan inti ini guru melakukan pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran Mind Mapping yang terdiri dari guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai yaitu melalui model pembelajaran Mind Mapping siswa dapat menyebutkan jenis-jenis teknologi komunikasi, siswa dapat mengemukakan manfaat jenis-jenis teknologi komunikasi, dan siswa dapat membedakan keunggulan dan kelemahan teknologi komunikasi pada masa lalu dan masa kini, kemudian guru mengemukakan konsep/permasalahan yang mempunyai alternatif jawaban mengenai jenis-jenis teknologi komunikasi, manfaat jenis-jenis teknologi komunikasi dan membedakan keunggulan dan kelemahan teknologi komunikasi, sebelumnya guru mengingarkan siswa cara membuat peta konsep seperti yang telah dipelajari sebelumnya kemudian guru menampilkan media berupa peta konsep sebagai contoh. Selanjutnya guru melakukan tanya jawab mengenai keunggulan dan kelemahan teknologi komunikasi berdasarkan pengamatannya pada media yang di pajang di papan tulis. Guru membentuk kelompok yang beranggotakan 2-3 orang, dikarenakan semua siswa hadir dengan jumlah 22 orang maka pembentukan kelompok dibagi secara berpasangan berdasarkan kemampuan intelektual siswa sehingga diperoleh 11 kelompok kemudian
dibagikan materi ajar dan LKS serta membagikan topik-topik sesuai keinginan guru. Guru membimbing tiap kelompok mencatat alternatif jawaban hasil diskusi sssuai petunjuk di LKS dengan jelas, setelah masing-masing kelompok selesai mencatat alternatif jawaban berupa peta konsep. guru mengacak tiap kelompok tertentu dengan cara lot membaca hasil diskusinya kemudian guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan guru dengan jelas. Selanjutnya dari data-data di papan, guru meminta siswa membuat kesimpulan dan guru memberi bandingan sesuai konsep yang disediakan guru secara jelas. Guru membagikan lembar evaluasi kepada siswa dan siswa pun mengerjakan evaluasi tersebut secara individu.
Kegiatan Akhir
Sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran yang disusun, penyajian maka kegiatan akhir berlangsung selama 15 menit yang terdiri dari guru memberikan motivasi kepada siswa untuk rajin belajar, membantu kedua orang tua dan melaksanakan kewajiban sebagai agama islam yaitu shalat. Guru mengajak siswa untuk berdoa secara bersama-sama dan menunjuk ketua kelas untuk memimpin doa dan semua siswa secara serentak mengangat kedua tangannya kemudian guru mengucapkan salam dan siswa menjawab dengan serentak.
Pertemuan II
Pelaksanaan pembelajaran pada siklus II pertemuan II dengan materi yaitu perkembangan teknologi transportasi melalui model pembelajaran Mind Mapping di kelas IV SD Negeri 223 Sumpang Minangae Kecamatan Sibulue Kabupaten Bone. Pelaksanaan dilakukan pada hari Rabu, 15 April 2015 mulai pukul 10.10-11.55 WITA. Yang diikuti oleh seluruh siswa kelas IV SD Negeri 223 Sumpang Minangae Kecamatan Sibulue Kabupaten Bone yang berjumlah 22 orang yang terdiri dari 13 laki-laki dan 9 perempuan. Pelaksanaan tindakan siklus I pertemuan I dilaksanakan selama 3 x 35 menit yang dialokasikan untuk tiga kegiatan yaitu kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan akhir, kesemuanya ini sudah dikonsep pada perencanaan pelaksanaan pembelajaran, ketiga kegiatan tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:
Kegiatan Awal
Kegiatan awal merupakan kegiatan pertama dengan waktu 15 menit. Pada kegiatan ini guru memulai pelajaran dengan mengucapkan salam dan siswa menjawab dengan serentak. Guru kemudian mengajak siswa untuk berdoa dan ketua kelasnya maju kedepan untuk memimpin doa dan semua siswa mengangkat kedua tangannya secara bersamaan. Guru mengecek kehadiran siswa dan siswa mengangkat tangan dan menjawab saat guru menyebut namanya. Selanjutnya mengadakan apersepsi yaitu bertanya jawab tentang materi teknologi transportasi yang akan diajarkan dengan bertanya langsung kepada siswa untuk menggali pengetahuannya. Setelah kegiatan awal selesai maka dilanjutkan kegiatan selanjutnya.
Kegiatan Inti
Sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran yang disusun, maka kegiatan ini berlangsung selama 75 menit. Pada kegiatan inti ini guru melakukan pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran Mind Mapping yang terdiri dari guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai yaitu melalui model pembelajaran Mind Mapping siswa dapat menjelaskan pengertian teknologi transportasi, siswa dapat mengemukakan jenis-jenis teknologi transportasi dan siswa dapat membedakan jenis-jenis teknologi transportasi pada masa lalu dan masa kini, kemudian guru mengemukakan konsep/permasalahan yang mempunyai alternatif jawaban mengenai pengertian teknologi transportasi, jenis-jenis teknologi transportasi dan perbedaan jenis-jenis teknologi transportasi pada masa lalu dan masa kini, namun sebelumnya guru mengingarkan siswa cara membuat peta konsep seperti yang telah dipelajari sebelumnya kemudian guru menampilkan media berupa peta konsep sebagai contoh. Selanjutnya guru melakukan tanya jawab tentang teknologi transportasi berdasarkan pengamatannya pada media yang di pajang di papan tulis. Setelah itu, guru membentuk kelompok yang beranggotakan 2-3 orang, dikarenakan semua siswa hadir dengan jumlah 22 orang maka pembentukan kelompok dibagi secara berpasangan berdasarkan kemampuan intelektual siswa sehingga diperoleh 11 kelompok kemudian dibagikan materi ajar dan LKS serta membagikan topik-topik sesuai keinginan guru. Setelah pembentukan kelompok, guru membimbing tiap kelompok mencatat alternatif jawaban hasil diskusi sssuai petunjuk di LKS dengan jelas dan mudah dipahami berupa peta konsep, setelah mencatat alternatif jawaban, selanjutnya mengacak tiap kelompok tertentu dengan cara lot membaca hasil diskusinya kemudian guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan guru dengan jelas. Selanjutnya dari data-data di papan, guru meminta siswa membuat kesimpulan dan guru memberi bandingan sesuai konsep yang disediakan guru secara jelas. Guru memberikan evaluasi dan siswa mengerjakan secara individu.
Kegiatan Akhir
Sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran yang disusun, penyajian maka kegiatan akhir berlangsung selama 15 menit yang terdiri dari guru memberikan motivasi kepada siswa untuk rajin belajar, membantu kedua orang tua dan melaksanakan kewajiban sebagai agama islam yaitu shalat. Guru mengajak siswa untuk berdoa secara bersama-sama dan menunjuk ketua kelas untuk memimpin doa. Semua siswa serentak mengangat kedua tangannya. Guru mengucapkan salam dan siswa menjawab dengan serentak.
Tahap Observasi
Pertemuan I
Keberhasilan tindakan pertemuan I diamati selama proses pelaksanaan yang ada pada tindakan selama proses pelaksanaan tindakan dan setelah tindakan. Fokus pengamatan adalah perilaku guru dan siswa dengan menggunakan lembar observasi.
Adapun aspek yang diamati adalah aktivitas guru dan siswa dalam proses pembelajaran yaitu dari 6 aktivitas inti yang di lakukan oleh guru. Aktifitas yang terlaksana dengan kualifikasi baik (B). Selanjutnya pada kegiatan inti terdapat 6 indikator yang diharapkan (1) Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai, terlaksana dengan kualifikasi baik (B) karena guru menjelaskan kompetensi yang ingin dicapai. (2) Guru mengemukakan konsep/permasalahan yang mempunyai alternatif jawaban kemudian ditanggapi oleh siswa, terlaksana dengan kualifikasi baik (B) karena guru menjelaskan cara membuat peta konsep, menampilkan media contoh peta konsep, menjelaskan media tersebut, tanya jawab tentang media tersebut kemudian ditanggapi oleh siswa. (3) Guru membentuk kelompok yang beranggotakan 2 orang, terlaksana dengan kualifikasi baik (B) karena guru membentuk kelompok berdasarkan tingkat kemampuan siswa, mengatur posisi duduk sesuai kelompok. (4) Guru membimbing tiap kelompok mencatat alternatif jawaban hasil diskusi sesuai petunjuk di LKS, terlaksana dengan kualifikasi cukup (C) karena guru hanya membimbing tiap kelompok mencatat alternatif jawaban hasil diskusi sesuai petunjuk, membagikan LKS setiap kelompok. (5) Guru mengacak tiap kelompok tertentu membaca hasil diskusinya kemudian guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan guru, terlaksana dengan kualifikasi baik (B) karena guru mengacak tiap kelompok tertentu dengan cara lot membaca hasil diskusinya kemudian guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan guru. (6) Guru meminta siswa membuat kesimpulan dan guru memberi bandingan sesuai konsep yang disediakan guru, terlaksana dengan kualifikasi cukup (C) karena guru hanya meminta siswa membuat kesimpulan.
Hasil observasi pada kegiatan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran pada kegiatan inti terdapat 6 indikator yang diharapkan adalah (1) Siswa memperhatikan kompetensi yang disampaikan guru, terlaksana dengan kualifikasi baik (B) karena 19 siswa memperhatikan kompetensi yang disampaikan guru dengan tenang dan tertib. (2) Siswa memperhatikan konsep/permasalahan yang disampaikan oleh guru dan menanggapi mengenai teknologi produksi, terlaksana dengan kualifikasi baik (B) karena 16 siswa memperhatikan cara membuat peta konsep yang disampaikan oleh guru dengan tenang dan menanggapi dengan tepat. (3) Siswa membentuk kelompok sesuai intruksi dari guru, terlaksana dengan kualifikasi baik (B) karena 17 siswa membentuk kelompok sesuai intruksi dari guru dengan tertib dan disiplin. (4) Tiap kelompok menginventarisasi/mencatat alternatif jawaban hasil diskusi, terlaksana dengan kualifikasi cukup (C) karena hanya 10 kelompok menginventarisasi/mencatat alternatif jawaban hasil diskusi sesuai intruksi guru dengan kerja sama. (5) Tiap kelompok tertentu diacak untuk membacakan hasil diskusinya, terlaksana dengan kualifikasi baik (B) karena tiap kelompok tertentu diacak untuk membacakan hasil diskusinya dengan percaya diri dan tepat. (6) siswa membuat kesimpulan dari konsep yang disediakan guru, terlaksana dengan kualifikasi cukup (C) karena hanya 9 siswa membuat kesimpulan dari konsep yang disediakan guru dengan jelas dan sistematis.
Pertemuan II
Keberhasilan tindakan pertemuan II diamati selama proses pelaksanaan yang ada pada tindakan selama proses pelaksanaan tindakan dan setelah tindakan. Fokus pengamatan adalah perilaku guru dan siswa dengan menggunakan lembar obsevasi.
Adapun aspek yang diamati adalah aktivitas guru dan siswa dalam proses pembelajaran yaitu dari 6 aktivitas inti yang di lakukan oleh guru. Aktifitas yang terlaksana dengan kualifikasi baik (B). Selanjutnya pada kegiatan inti terdapat 6 indikator yang diharapkan (1) Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai, terlaksana dengan kualifikasi baik (B) karena guru menjelaskan kompetensi yang ingin dicapai. (2) Guru mengemukakan konsep/permasalahan yang mempunyai alternatif jawaban kemudian ditanggapi oleh siswa, terlaksana dengan kualifikasi baik (B) karena guru menjelaskan cara membuat peta konsep, menampilkan media contoh peta konsep, menjelaskan media tersebut, tanya jawab tentang media tersebut kemudian ditanggapi oleh siswa. (3) Guru membentuk kelompok yang beranggotakan 2 orang, terlaksana dengan kualifikasi baik (B) karena guru membentuk kelompok berdasarkan tempat duduk siswa. (4) Guru membimbing tiap kelompok mencatat alternatif jawaban hasil diskusi sssuai petunjuk di LKS, terlaksana dengan kualifikasi baik (B) karena guru membimbing tiap kelompok mencatat alternatif jawaban hasil diskusi sesuai petunjuk, membagikan LKS setiap kelompok, mengawasi setiap kelompok. (5) Guru mengacak tiap kelompok tertentu membaca hasil diskusinya kemudian guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan guru, terlaksana dengan kualifikasi baik (B) karena guru mengacak tiap kelompok tertentu dengan cara lot membaca hasil diskusinya kemudian guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan guru. (6) Guru meminta siswa membuat kesimpulan dan guru memberi bandingan sesuai konsep yang disediakan guru, terlaksana dengan kualifikasi cukup (C) karena guru hanya meminta siswa membuat kesimpulan.
Hasil observasi pada kegiatan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran pada kegiatan inti terdapat 6 indikator yang diharapkan adalah (1) Siswa memperhatikan kompetensi yang disampaikan guru, terlaksana dengan kualifikasi baik (B) karena 20 siswa memperhatikan kompetensi yang disampaikan guru dengan tenang dan tertib. (2) Siswa memperhatikan konsep/permasalahan yang disampaikan oleh guru dan menanggapi mengenai teknologi produksi, terlaksana dengan kualifikasi baik (B) karena 17 siswa memperhatikan cara membuat peta konsep yang disampaikan oleh guru dengan tenang dan menanggapi dengan tepat. (3) Siswa membentuk kelompok sesuai intruksi dari guru, terlaksana dengan kualifikasi baik (B) karena 19 siswa membentuk kelompok sesuai intruksi dari guru dengan tertib dan disiplin. (4) Tiap kelompok menginventarisasi/mencatat alternatif jawaban hasil diskusi, terlaksana dengan kualifikasi baik (B) karena tiap kelompok menginventarisasi/mencatat alternatif jawaban hasil diskusi sesuai intruksi guru dengan kerja sama. (5) Tiap kelompok tertentu diacak untuk membacakan hasil diskusinya, terlaksana dengan kualifikasi baik (B) karena tiap kelompok tertentu diacak untuk membacakan hasil diskusinya dengan percaya diri dan tepat. (6) siswa membuat kesimpulan dari konsep yang disediakan guru, terlaksana dengan kualifikasi cukup (C) karena 11 siswa membuat kesimpulan dari konsep yang disediakan guru dengan jelas dan sistematis.
Tahap Refleksi
Pertemuan I
Berdasarkan hasil pengamatan yang telah diperoleh, maka diadakan refleksi dari tindakan yang telah dilakukan. Dalam penelitian siklus II pertemuan I ditemukan hasil dari aspek guru sebagai berikut:
Pada saat kegiatan menginventarisasi/mencatat alternatif jawaban hasil diskusi dinilai cukup karena guru hanya membimbing tiap kelompok mencatat alternatif jawaban hasil diskusi sesuai petunjuk, membagikan LKS setiap kelompok sehingga hanya 10 kelompok menginventarisasi/mencatat alternatif jawaban hasil diskusi sesuai intruksi guru dengan kerja sama.
Pada saat membuat kesimpulan dinilai kurang karena guru hanya meminta siswa membuat kesimpulan sehingga hanya 9 siswa membuat kesimpulan dari konsep yang disediakan guru dengan jelas dan sistematis
Berdasarkan analisis di atas, maka disimpulkan bahwa pembelajaran materi perkembangan teknologi komunikasi cukup berhasil serta masih ada langkah-langkah pelaksanaan model pembelajaran Mind Mapping yang masih cukup, sehingga dilanjutkan pada pertemuan berikutnya. Peneliti dalam hal ini sebagai guru perlu melakukan perbaikan pada pertemuan II. Oleh sebab itu, pelaksanaan tindakan perlu diulang pada pertemuan II dengan memperhatikan temuan-temuan pada pertemuan 1 yaitu pada tahap aktivitas guru dan siswa yang perlu diperbaiki. Adapun dari aspek guru yang diuraikan sebagai berikut:
Guru sebaiknya membimbing tiap kelompok mencatat alternatif jawaban hasil diskusi sesuai petunjuk, membagikan LKS setiap kelompok, mengawasi setiap kelompok sehingga tiap kelompok menginventarisasi/mencatat alternatif jawaban hasil diskusi sesuai intruksi guru dengan kerja sama
Guru sebaiknya meminta siswa membuat kesimpulan dan guru memberi bandingan sesuai konsep yang disediakan guru sehingga kesimpulan yang dibuat siswa dengan jelas dan sistematis secara
Pertemuan II
Hasil pengamatan terhadap proses pembelajaran menunjukkan bahwa sebagian besar siswa sudah memahami materi perkembangan teknologi. Hal tersebut terbukti dari hasil tes siklus II yang menunjukkan bahwa, ketuntasan belajar pada siklus II telah mencapai indikator keberhasilan yang telah ditentukan yaitu minimal 70% siswa yang memperoleh nilai 70 ke atas. rata-rata kelas mencapai 76,59. Ketuntasan belajar 86,36% dan ketidaktuntasan 13,63%. (lampiran 25 halaman 146). Dengan melihat keberhasilan yang telah dicapai serta hasil tes tindakan siklus II yang telah mencapai indikator keberhasilan yang telah diterapkan, maka proses pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran Mind Mapping telah berhasil.
Ketidaktuntasan siswa pada siklus I Pertemuan I dan II dan Siklus II pertemuan I disebabkan oleh masih adanya beberapa kelemahan guru dalam menyampaikan materi pelajaran kepada siswa. Namun pada siklus II pertemuan II hal ini tidak terulang lagi. Karena guru telah membimbing tiap kelompok mencatat alternatif jawaban hasil diskusi sesuai petunjuk, membagikan LKS setiap kelompok, mengawasi setiap kelompok sehingga tiap kelompok menginventarisasi/mencatat alternatif jawaban hasil diskusi sesuai intruksi guru dengan kerja sama.
Berdasarkan analisis di atas, maka disimpulkan bahwa pembelajaran materi selanjutnya sudah dapat dilanjutkan kembali karena materi perkembangan teknologi sudah berhasil mencapai target yang ditentukan, sehingga siklus berikutnya tidak perlu diadakan lagi.
Pembahasan
Berdasarkan paparan data yang dikemukakan sebelumnya, maka fokus pembahasan dalam penelitian ini adalah aktivitas guru dan siswa dalam kegiatan pembelajaran IPS melalui penerapan model pembelajaran Mind Mapping di kelas IV SD Negeri 223 Sumpang Minangae Kecamatan Sibulue Kabupaten Bone.
Pelaksanaan pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran Mind Mapping dalam penelitian ini terdiri dari 6 langkah-langkah yaitu guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai, selanjutnya guru mengemukakan konsep/permasalahan yang mempunyai alternatif jawaban kemudian ditanggapi oleh siswa mengenai perkembangan teknologi dengan menampilkan media berupa peta konsep sebagai contoh agar siswa memperoleh gambaran yang jelas, setelah mengemukakan konsep tersebut, guru membentuk kelompok yang beranggotakan 2-3 orang, dikarenakan pada siklus I dan siklus II semua siswa hadir dengan jumlah 22 orang maka pembentukan kelompok dibagi secara berpasangan sehingga diperoleh 11 kelompok kemudian dibagikan materi ajar dan LKS serta membagikan topik-topik sesuai keinginan guru. Hal ini sesuai dengan pendapat Shoimin (2014: 106) mengemukakan bahwa “Untuk mengetahui daya serap siswa, bentuklah kelompok berpasangan dua orang”. dan juga agar dapat lebih mudah mengetahui tingkat pemahaman siswa dalam mengerjakan LKS atau mencatat alternatif jawaban berupa peta konsep. Setelah pembentukan kelompok, tiap kelompok menginventarisasi/ mencatat alternatif jawaban hasil diskusi. Selanjutnya, guru mengacak kelompok tertentu membaca hasil diskusinya kemudian guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan guru. Selanjutnya, dari data-data di papan, siswa diminta membuat kesimpulan atau guru memberi bandingan sesuai konsep yang disediakan guru.
Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan hasil belajar siswa tentang perkembangan teknologi adalah dengan menerapkan model pembelajaran Mind Mapping karena siswa dapat dengan mudah memahami materi dengan cara mencatat berupa peta konsep dengan kombinasi warna, simbol dan bentuk sehingga memudahkan otak siswa dalam menyerap informasi yang diterimanya dan membantu siswa dalam mengingat materi. Selain itu, siswa dapat berani mengemukakan ide/pendapatnya dan juga menyenangkan. Hal ini sejalan dengan yang dikemukakan Shoimin (2014: 105) bahwa “Peta konsep adalah teknik pemanfaatan seluruh otak dengan menggunakan citra visual dan prasarana grafis lainnya untuk membentuk kesan. Otak sering kali mengingat informasi dalam bentuk gambar, simbol, suara, bentuk-bentuk, dan perasaaan”. Pendapat tersebut diperkuat oleh Asan (warsono & Hariyanto, 125: 2013) mengemukakan bahwa: “Peta konsep merupakan perangkat yang efektif dalam membantu pemahaman dan ingatan siswa mengenai bahan ajar. Selain itu, juga terbukti pada peta konsep mampu meningkatkan konsep diri positif, sikap positif, dan meningkatkan tanggung jawab pembelajaran”.
Kegiatan pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran Mind Mapping dilaksanakan dengan dua siklus. Siklus I kegiatan ini terlaksana dengan kategori kurang. Kurangnya pencapaian indikator dalam siklus I ini diakibatkan oleh beberapa faktor yang timbul dari siswa dan guru itu sendiri. Faktor dari guru dan siswa terjadi karena, guru hanya langsung meminta tiap kelompok mencatat alternatif jawaban dalam bentuk peta konsep sehingga yang dikerjakan beberapa kelompok yang kurang kerja sama sehingga hasil diskusinya kurang tepat. Padahal mencatat atau mengerjakan LKS perlu bimbingan guru agar siswa memahami sehingga yang dikerjakan tepat. Guru mengacak tiap kelompok membacakan hasil diskusi berdasarkan keinginan guru sehingga beberapa kelompok yang kurang percaya diri dan kurang tepat. Padahal membacakan diskusi kelompok guru perlu mengacak dengan cara lot sehingga agar semua kelompok merasa adil dan siap untuk membacakan diskusi kelompoknya di depan kelas. Dan guru hanya meminta siswa membuat kesimpulan sehingga kesimpulan yang dibuat siswa kurang sistematis dan jelas. Padahal guru perlu membimbing siswa dalam membuat kesimpulan agar kesimpulan yang dibuat siswa sistematis dan jelas dan dapat dipahami oleh semua siswa.
Berdasarkan pembelajaran tindakan siklus II peneliti sudah mampu melaksanakan pembelajaran tindakan siklus II secara optimal, dimana keenam tahapan pembelajaran tentang perkembangan teknologi dengan menerapkan model pembelajaran Mind Mapping sudah mampu diaplikasikan dengan baik, sehingga berdampak pada peningkatan pemahaman siswa dalam memahami materi, dimana pada tindakan siklus II ini pemahaman siswa dalam memahami materi, sudah sesuai dengan yang diharapkan.
Keberhasilan tindakan dari siklus I dan siklus II, dikarenakan peneliti dapat melaksanakan rancangan pembelajaran dengan baik sesuai dengan penerapan model pembelajaran Mind Mapping sehingga meningkatkan hasil belajar siswa tentang perkembangan teknologi. Hal ini menunjukan bahwa penerapan model pembelajaran Mind Mapping merupakan salah satu model yang sangat baik dalam meningkatkan hasil belajar terhadap mata pelajaran IPS khususnya di sekolah dasar.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Berdasarkan rumusan masalah, hasil analisis dan pembahasan, maka hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Mind Mapping dapat meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas IV SD Negeri 223 Sumpang Minangae Kecamatan Sibulue Kabupaten Bone. Hal ini terbukti adanya peningkatan hasil belajar IPS dari kualifikasi cukup pada siklus I menjadi kualifikasi baik pada siklus II.
Saran
Berdasarkan kesimpulan yang telah diuraikan, dikemukakan beberapa saran sebagai berikut:
Bagi guru sekolah dasar agar menerapkan model pembelajaran Mind Mapping sebagai salah satu alternatif dalam meningkatkan hasil belajar siswa.
Kepada peneliti berikutnya agar lebih mengembangkan penelitian dengan menerapkan model pembelajaran Mind Mapping pada mata pelajaran IPS di Sekolah Dasar.
Diharapkan kepada pembaca agar kiranya dapat menarik pengalaman melalui tulisan skripsi ini.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto & Cepi Safruddin Abdul Jafar. 2010. Evaluasi program Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Arikunto, Suharsimi. dkk. 2011. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara.
Aqib. Zainal, 2014. Model-Model, Media, dan Strategi Pembelajaran Kontekstual (Inovatif). Bandung: Yrama Widya
Depdikas. Kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). 2006. Mata pelajaran Ilmu
Pengetahuan Sosial untuk tingkat SD/MI. Jakarta: Depdiknas.
Gunawan, Rudy. 2011. Pendidikan IPS; Filosofi, Konsep dan Aplikasi. Bandung: Alfavela
Hasbullah. 2008. Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan. Jakarta: Raja Grafindo Persada
Moleong, Lexy J. 2005. Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi Revisi). Bandung. Remaja Rosdakarya Offset
Purwanto. 2013. Evaluasi Hasil Belajar. Yogyakarta: Pustaka Belajar
Heny Retno.P & Yuliati Umi. 2008. Cerdas Pengetahuan Sosial Untuk SD/MI Kelas IV. Jakarta: Pusat Perbukuan, Depertemen Pendidikan Nasional
Shoimin, Aris. 2014. 68 Model Pembelajaran Inovatif dalam Kurikulum 2013. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media
Sinring, Abdullah, dkk. 2008. Pedoman Penulisan Skripsi Program S-1 Fakultas Ilmu Pendidikan UNM. Makassar: FIP UNM
Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D). Bandung: Alfabeta
Susanto, Ahmad. 2013. Teori belajar dan pembelajaran di sekolah dasar. Jakarta: Kharisma Putra Utama
Suyono & Hariyanto. 2012. Belajar Dan Pembelajaran; Teori dan Konsep Dasar. Bandung: Remaja Rosdakarya offset
Trianto, 2007. Model-Model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik. Jakarta: Prestasi Pustaka
Warsono & Hariyanto, 2013. Pembelajaran Aktif; Teori Dan Asesmen. Bandung: Remaja Rosdakarya Offset
LAMPIRAN
Lampiran 1
NILAI HASIL UJIAN TENGAH SEMESTER 1 IPS TAHUN 2014 KELAS IV
SD NEGERI 223 SUMPANG MINANGAE
No.Nama SiswaNilaiKeterangan1.Asd55Tidak Tuntas2.Ca50Tidak Tuntas3.Fas65Tidak Tuntas4.Fad60Tidak Tuntas5.Asr65Tidak Tuntas6.Ali65Tidak Tuntas7.Apr50Tidak Tuntas8.Asw65Tidak Tuntas9.As45Tidak Tuntas10.Dew65Tidak Tuntas11.Dfm70Tuntas12.Int65Tidak Tuntas13.Jul70Tuntas14.Ma50Tidak Tuntas15.Maf70Tuntas16.Man75Tuntas17.Ms60Tidak Tuntas18.Mai65Tidak Tuntas19.Nur65Tidak Tuntas 20.Ren55Tidak Tuntas21.Rss70Tuntas22.Maa65Tidak TuntasJumlah1365KURANGNilai Rata-rata62,04Persentase Ketuntasan Belajar Siswa22,73%Persentase Ketidaktuntasan Belajar Siswa77,27%Sumber Data : Nilai ulangan tengah semester 1 Mata Pelajaran IPS siswa kelas IV SD Negeri 223 Sumpang Minangae Kecamatan Sibulue Kabupaten Bone.
Keterangan :
Rata-rata kelas =
Persentase Ketuntasan Belajar siswa = X 100
Persentase Ketidaktuntasan Belajar siswa= X 100
Lampiran 3
Materi Ajar
Teknologi merupakan ilmu yang menggali berbagai ilmu terapan. Teknologi juga sering dipakai untuk menyebut berbagai jenis peralatan yang mempermudah hidup kita. Jadi teknologi dapat berwujud ilmu dapat pula berupa peralatan.
Teknologi diciptakan untuk mempermudah manusia melakukan suatu kegiatan atau pekerjaan. Dengan teknologi pekerjaan yang dulunya membutuhkan tenaga yang besar, sekarang bisa dilakukan dengan tenaga kecil. Dengan teknologi pula pekerjaan yang dulunya membutuhkan waktu lama, sekarang hanya butuh waktu yang sangat singkat. Teknologi banyak sekali jenisnya. Di antaranya sebagai berikut :
Teknologi Produksi
Teknologi produksi merupakan alat dan cara yang memudahkan manusia untuk menghasilkan barang atau jasa. Masyarakat pada masa lalu sudah dapat memanfaatkan sumber daya alam untuk memenuhi kebutuhan mereka. Namun, teknologi yang digunakannya masih sangat sederhana.
a. Jenis teknologi produksi masa lalu dan masa kini
Berikut ini akan mengenai jenis teknologi produksi berdasarkan jenis kebutuhan pokok manusia yaitu:
1) Teknologi Produksi Makanan
Makanan pokoknya nasi tentu tiap hari makan nasi. Untuk dapat menikmati sepiring nasi ternyata prosesnya cukup panjang. Nasi berasal dari beras, beras berasal dari tanaman padi. Sebelum ditanami biasanya lahan digemburkan dulu. Pada masa lalu penggemburan tanah dilakukan dengan dicangkul atau dibajak. Mencangkul benar-benar menggunakan tenaga manusia sedangkan membajak sudah dibantu tenaga sapi atau kerbau. Para petani di masa kini, untuk menggemburkan tanah sudah dapat menggunakan alat bermesin. Dengan traktor kegiatan menggemburkan tanah dapat lebih ringan, mudah dan cepat. Meskipun demikian saat ini masih ada petani yang menggemburkan sawah dengan cangkul dan bajak.
Bajak Traktor
Ketika padi sudah dipanen, butir padi harus dipisahkan dari batangnya. Kulit padi juga harus dipisahkan dengan isinya (beras). Untuk melakukan kedua proses ini orang sekarang juga sudah menggunakan mesin. Berbeda dengan zaman dahulu yang masih menggunakan tenaga manual. Untuk memisahkan padi dari batangnya, padi dipukul-pukulkan pada sebatang kayu. Sedangkan untuk memisahkan kulit padi dengan isinya (beras) menggunakan lesung dan alu. Padi ditumbuk hingga mengelupas kulitnya. Seringkali berasnya juga ikut hancur Menjadi kecil-kecil, Menumbuk padi dengan lesung banyak dilakukan oleh kaum perempuan.
Menumbuk Padi Dengan Lesung Mesin Menggiling Padi
2) Tekonologi Produksi Pakaian
Teknologi produksi pakaian Untuk memenuhi kebutuhan sandang, masyarakat masa lalu menggunakan alat tenun yang terbuat dari kayu dengan rakitan yang sangat sederhana. Untuk bahan pewarnanya biasanya digunakan bahan-bahan dari kulit pohon atau daun tanaman. Mereka meraciknya secara sederhana. Pekerjaan ini memerlukan tenaga yang cukup besar dan waktu yang lama. Produk yang dihasilkannya pun tidak banyak. Masyarakat masa kini sudah dapat memenuhi kebutuhan sandangnya dengan mudah. Alat-alat yang berteknologi modern sudah banyak ditemukan. Pabrik tekstil dengan mesin-mesin modern dapat menghasilkan kain dalam jumlah besar dan kualitas yang tinggi. Bahan baku pembuatan kain pun juga lebih bervariasi, misalnya kapas, bulu biri-biri serta bahan sintetis (buatan). Meskipun demikian, saat ini masih banyak orang yang menggunakan cara dan bahan tradisional. Biasanya harganya justru lebih mahal.
Tenun Tangan Jahit tangan Mesin Tenun Mesin jahit
3). Teknologi produksi bahan bangunan
Selain bahan pangan dan bahan sandang, manusia juga memerlukan rumah sebagai tempat tinggal. Segala perlengkapan rumah tangga seperti kursi, tempat tidur, lemari merupakan kebutuhan hidup lainnya yang diperlukan. Kapak berfungsi untuk memotong kayu, kelebihannya menghemat biaya dan kekurangannya menggunakan tenaga sedangkan gergaji juga alat untuk mremotong kayu kelebihan capat dan mudah dan kekurangannya menggunakan minyak sehingga mengeluarkan biaya dan bahkan sekarang rumah terbuat dari semen, dimana dulu cara mencampur semen dengan menggunakan skup dengan tenang manusia namun teknologi semakin canggih ditemukanlah alat yang disebut mesin semen, hanya memerlukan waktu yang tidak lama semen dengan air dan tanah sudah mencampur dengan menggunakan alat tersebut.
Gergaji Mesin Kapak Mencampur seme Mesin Semen
Teknologi Komunikasi
Komunikasi merupakan kegiatan mengirim dan menerima pesan. Sejak zaman dahulu orang sudah biasa mengadakan komunikasi dengan orang lain. Baik yang berdekatan maupun yang berjauhan tempat tinggalnya. Menyampaikan pesan bisa dengan bicara/lisan, tulisan dan bisa juga dengan isyarat. Mengirim pesan lewat surat merupakan contoh komunikasi dengan tulisan. Contoh pesan dengan isyarat adalah dengan menggunakan bendera, peluit, lampu ataupun asap.
1. Komunikasi Lisan
Komunikasi Lisan adalah komunikasi dengan mengucapkan kata-kata secara lisan dan langsung kepada lawan bicaranya. Komunikasi lisan pada masa lalu contohnya saling bertemu, untuk membicarakan sesuatu. Komunikasi lisan pada masa kini contohnya menggunakan telpon/hp bermanfaat untuk menyampaikan pesan suara. Televisi bermanfaat sebagai alat komunikasi jarak jauh yang menggunakan media visual/penglihatan Contoh lain radio, sehingga dapat berkomunikasi meskipun letaknya berjauhan.
Ketika teknologi belum berkembang seperti sekarang, orang kesulitan berkomunikasi secara lisan dengan orang yang letaknya jauh. Mereka haruslah bertemu terlebih dahulu. Namun kini kita sangat mudah melakukan komunikasi lisan meskipun letaknya berjauhan. Kita dapat berbicara secara langsung kepada orang yang letaknya jauh melalui pesawat telepon. Kemudian dengan kemajuan teknologi semakin banyak tercipta alat-alat komunikasi yang canggih seperti radio, televisi dan internet.Bahkan sekarang dengan teknologi satelit, komunikasi jarak jauh dapat dilakukan tanpa kabel. Yakni dengan alat yang dinamakan telepon seluler.
Saling bertemu Satelit Radio Telepon
2. Komunikasi Tertulis
Komunikasi Tertulis adalah komunikasi yang dilakukan melalui tulisan. komunikasi tertulis pada masa lalu contohnya surat bermanfaat untuk menyampaikan informasi tertulis. Sebelum ditemukan kertas, biasanya orang menulis surat pada daun, surat diantar oleh seorang kurir dengan berjalan kaki atau menunggang kuda. Komunikasi tertulis pada masa kini contohnya menggunakan faksimile merupakan mesin cetak jarak jauh dengan memanfaatkan jaringan telpon. Faksimile bermanfaat untuk mengirim dokumentasi dengan hasil yang serupa dengan aslinya.. Dengan faksimile surat dapat diterima salinannya secara langsung. Alat komunikasi tertulis lainnya adalah koran, majalah dan buku yang disebut sebagai media cetak.
Komunikasi tertulis melalui surat dari dulu sampai sekarang masih dilakukan orang. Sebelum ditemukan kertas, biasanya orang menulis surat pada daun, pelepah pohon atau kulit batang. Surat diantar oleh seorang kurir (pengantar surat). Pada masa lalu mereka mengantar surat dengan berjalan kaki atau menunggang kuda. Masyarakat masa kini menulis di atas kertas dengan cara tulis tangan atau diketik. Surat dapat kita kirim ke tujuan yang jauh tempat tinggalnya melalui kantor pos. Cepat atau lambatnya pengiriman tergantung pada biaya atau perangko yang diberikan. Dengan berkembangnya teknologi sekarang kita pun dapat mengirim surat lewat faksimile. Faksimile merupakan mesin cetak/fotocopy jarak jauh dengan memanfaatkan jaringa telepon. Dengan faksimile surat dapat diterima salinannya secara langsung. Alat komunikasi tertulis lainnya adalah koran, majalah dan buku yang disebut sebagai media cetak. Telepon genggam dan internet juga dapat dimanfaatkan untuk mengirim pesan tertulis yang disebut dengan SMS (Short Message Service) dan e-mail atau surat elektronik.
Surat Mesin Cetak Masa Kini HP Laptop
3. Komunikasi Melalui Isyarat
Komunikasi Melalui Isyarat adalah komunikasi dengan media sinjal. komunikasi melalui isyarat pada masa lalu contohnya menggunakan kentongan yang bermanfaat sebagai tanda jarak jauh. Contoh lainnya bedug, lonceng. Sedangkan komunikasi melalui isyarat pada masa kini contohnya alarm, sirine dan lampu. Komunikasi dengan isyarat tidak hanya dilakukan manusia di masa lalu. Masyarakat masa lalu biasa menggunakan kentongan, bedug, lonceng ataupun asap. Masyarakat masa kini juga masih menggunakan alat-alat tersebut. Namun penggunaanya kadang ditambah dengan alat pengeras suara. Sekarang juga banyak digunakan sirine, alarm, dan lampu sebagai alat komunikasi isyarat.
Beduk Kentongan Alarm Gempa Lampu jalan
Kelemahan alat komunikasi masa lalu yaitu prosesnya lambat dan jangkauannya tidak jauh atau dekat sedangkan kelebihannya yaitu hemat biaya dan tidak menimbulkan radiasi. Sedangkan Kelebihan alat komunikasi masa kini yaitu prosesnya cepat dan jangkauannya luas sedangkan kelemahannya yaitu biaya cukup mahal dan dapat menimbulkan radiasi.
Teknologi Transportasi.
Sebenarnya transportasi sama dengan pengangkutan. Mengangkut adalah memindahkan barang atau orang dari suatu tempat ke tempat lainnya. Alat transportasi adalah alat yang digunakan untuk menganggut penumpang atau barang. Sejak dahulu orang sudah mengenal alat angkutan walaupun sangat sederhana. Mereka menggunakan tenaga hewan bahkan tenaga manusia sebagai alat transportasi. Dengan berkembanganya ilmu pengetahuan teknologi transportasi sekarang telah mengalami perubahan yang sangat pesat.
Teknologi Transportasi Masa Lalu Dan Masa Kini
Secara garis besar alat transportasi dapat kita kelompokkan menjadi tiga yaitu transportasi darat, air dan udara.
1) Transportasi Darat
Masyarakat pada masa lalu menggunakan alat transportasi yang masih sederhana. Sebelum ditemukan mesin, alat transportasi seperti pedati, delman, dan kuda merupakan alat transportasi andalan. Teknologi transportasi tersebut masih menggunakan tenaga hewan dan manusia. Kemampuan jelajahnya juga masih sangat terbatas dan memerlukan waktu yang lama. Sekarang orang masih menggunakan alat transportasi tersebut namun tidak menjadi alat utama. Seringkali kuda dan delman digunakan sebagai sarana rekreasi saja. Sejak ditemukan mesin uap, berkembang pula kendaraan bermesin lainnya. Alat transportasi bermesin seperti sepeda motor, mobil, kereta api merupakan alat transportasi yang modern. Dengan alat transportasi tersebut, jarak jauh dapat ditempuh dalam waktu yang singkat.
Pedati Kuda Mobil Kereta Api
2) Transportasi Air
Masyarakat pada masa lalu menggunakan alat transportasi air seperti perahu dayung, rakit, dan perahu layar. Perahu dayung dan rakit digerakkan oleh kekuatan tenaga manusia. Sedangkan perahu layar digerakkan oleh tenaga angin dan tenaga manusia. Seiring dengan ditemukannya mesin bermotor, masyarakat kini menggunakan perahu bermotor dan kapal sebagai alat transportasi air. Kapal-kapal modern dapat mengangkut barang berton-ton serta dapat menempuh jarak yang sangat jauh. Bahkan kini sebuah kapal besar dapat digunakan sebagai landasan pesawat tempur. Kapal ini dinamakan kapal induk.
Kapal dayung Kapal Layar Kapal Laut Modern Kapal tangker
3) Transportasi Udara
Kamu tentu pernah melihat pesawat terbang, baik secara langsung maupun lewat televisi. Pesawat terbang merupakan angkutan udara yang sangat canggih. Perjalanan pesawat terbang lebih cepat dibandingkan dengan angkutan darat atau angkutan laut. Sekarang terdapat berbagai jenis alat angkutan udara antara lain helikopter, pesawat tempur serta pesawat penumpang. Bahkan kini manusia dapat menjelajah luar angkasa dengan menggunakan pesawat luar angkasa.
Balon udara Helikopter Pesawat Penumpang Roket
Lampiran 4
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
(Siklus I Pertemuan I)
Satuan Pendidikan : SD Negeri 223 Sumpang Minangae
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
Kelas/Semester : IV/II
Alokasi Waktu : 3 x 35 menit
Hari/Tanggal : Rabu/25 Maret 2015
Standar Kompetensi
Mengenal sumber daya alam, kegiatan ekonomi, dan kemajuan teknologi dilingkungan kabupaten dan provinsi
Kompetensi Dasar
Mengenal perkembangan teknologi produksi, komunikasi, dan transportasi serta pengalaman penggunakannya
Indikator
2.3.1 Membandingkan jenis-jenis teknologi produksi pada masa lalu dan masa kini
Tujuan Pembelajaran
Melalui penerapan model pembelajaran Mind Mapping:
Siswa dapat menjelaskan pengertian teknologi produksi
Siswa dapat menyebutkan jenis-jenis teknologi produksi
Siswa dapat membedakan jenis-jenis teknologi produksi pada masa lalu dan masa kini
Materi Pokok
Perkembangan teknologi produksi
Model Dan Metode Pembelajaran
Model Pembelajaran : Mind Mapping
Metode Pembelajaran : Tanya jawab, Kerja kelompok, Penugasan
Sumber / Media Pembelajaran
Sumber :
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan KTSP 2006
Buku Paket Cerdas Pengetahuan Sosial untuk SD/MI kelas IV oleh Retno Heny Pujiati & Umi Yuliati Penerbit: Pusat Perbukuan Depdiknas. Hal 163-183
Media : peta konsep tentang teknologi produksi
Langkah-Langkah Pembelajaran
NoLangkah-langkah PembelajaranWaktu1Kegiatan awal
Guru mengucapkan salam
Berdoa bersama
Guru mengabsen siswa
Apersepsi (guru melakukan tanya jawab tentang materi yang akan diajarkan)
15 menit2Kegiatan Inti
Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
Guru mengemukakan konsep/permasalahan yang mempunyai alternatif jawaban kemudian akan ditanggapi oleh siswa
Membentuk kelompok yang beranggotakan 2-3 orang dan dibagikan LKS
Tiap kelompok menginventarisasi/mencatat alternatif jawaban hasil diskusi dari LKS yang dikerjakan
Tiap kelompok (atau diacak kelompok tertentu) membaca hasil diskusinya, guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan guru
Dari data-data di papan, siswa diminta membuat kesimpulan atau guru memberi bandingan sesuai konsep yang disediakan guru
Evaluasi
75 menit3Kegiatan Akhir
Gurru memberikan motivasi kepada siswa untuk rajin belajar, membantu kedua orang tua dan kewajiban sebagai agama islam
Berdoa bersama
Mengucapkan salam
15 menit
Penilaian
Teknik Penilaian : Tes
Bentuk Penilaian : Essay (Tertulis)
Instrumen Penilaian : Terlampir
Kunci Jawaban : Terlampir
Pedoman Penskoran : Terlampir
Daftar Pustaka
Departemen Pendidikan Nasional. 2006. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional
Heny Retno. P & Yuliati Umi. 2008. Cerdas Pengetahuan Sosial Untuk SD/MI Kelas IV. Jakarta: Pusat Perbukuan, Depertemen Pendidikan Nasional. Hal 163-183
Sibulue, 25 Maret 2015
Observer
Hj. ROSMINI, S.Pd
NIP: 19680720 198903 2 010Peneliti
ARVIANA AGUS
NIM: 1147040618
Mengetahui,
Kepala SDN 223 Sumpang Minangae
WAHYU, S.Pd
NIP: 19651231 198411 1 011
Lampiran 5
Soal Evaluasi
(Siklus I Pertemuan I)
Nama : .................................
Kelas : .................................
Waktu : 15 Menit
Petunjuk : a. Tulislah nama, dan kelas pada tempat yang tersedia !
b. Jawablah pertanyaan ini dengan benar!
Jelaskan pengertian dari teknologi produksi!
Sebutkan 3 jenis-jenis teknologi produksi!
Sebutkan 3 contoh alat teknologi produksi pada masa lalu!
Sebutkan 4 contoh alat teknologi produksi pada masa kini!
Sebutkan masing-masing 2 perbedaan teknologi produksi pada masa lalu dan masa kini!
Kunci Jawaban
Teknologi produksi adalah alat dan cara yang memudahkan manusia untuk melakukan suatu kegiatan menghasilkan barang dan jasa.
Teknologi produksi makanan, teknologi produksi pakaian dan teknologi produksi tempat tinggal
Teknologi produksi pada masa lalu yaitu bajak, tenun tangan dan kapak
Teknologi produksi pada masa kini yaitu traktor, mesin tenun, gergaji mesin dan penggiling padi
Perbedaan teknologi produksi pada masa lalu yaitu memerlukan tenaga manusia dan hewan, prosesnya lama sedangkan pada masa kini yaitu menggunakan tenaga mesin dan prosesnya cepat
Pedoman Penskoran
Untuk soal nomor 1
Skor 15 jika siswa menulis dengan benar dan lengkap
Skor 10 jika siswa menulis dengan benar namun kurang lengkap
Skor 0 jika siswa tidak menulis
Untuk soal nomor 2
Skor 15 jika siswa menuliskan 3 jenis-jenis teknologi produksi
Skor 10 jika siswa menuliskan 2 jenis-jenis teknologi produksi
Skor 5 jika siswa menuliskan 1 jenis-jenis teknologi produksi
Skor 0 jika siswa tidak menulis
Untuk soal nomor 3
Skor 20 jika siswa menuliskan 3 alat teknologi produksi masa lalu
Skor 10 jika siswa menuliskan 2 alat teknologi produksi masa lalu
Skor 5 jika siswa menuliskan 1 alat teknologi produksi masa lalu
Skor 0 jika siswa tidak menulis
Untuk soal nomor 4
Skor 25 jika siswa menuliskan 4 alat teknologi produksi masa kini
Skor 15 jika siswa menuliskan 3 alat teknologi produksi masa kini
Skor 10 jika siswa menuliskan 2 alat teknologi produksi masa kini
Skor 5 jika siswa menuliskan 1 alat teknologi produksi masa kini
Skor 0 jika siswa tidak menulis
Untuk soal nomor 5
Skor 30 jika siswa menuliskan 4 perbedaan teknologi produksi
Skor 20 jika siswa menuliskan 3 perbedaan teknologi produksi
Skor 10 jika siswa menuliskan 2 perbedaan teknologi produksi
Skor 5 jika siswa menuliskan 1 perbedaan teknologi produksi
Skor 0 jika siswa tidak menulis
Lampiran 6
LEMBAR KEGIATAN SISWA (LKS)
(Siklus I Pertemuan I)
Kelas / Semester : IV / II
Hari / Tanggal : ................/.............................
Alokasi Waktu : 15 Menit
Nama Kelompok : ..............................................
1 ..............................................
2...............................................
Duduklah dengan teman kelompok kalian!
Buatlah peta konsep dari materi ajar mengenai teknologi produksi untuk topik 1 (teknologi produksi tempat tinggal), topik 2 (teknologi produksi makanan), dan topik 3 (teknologi produksi pakaian) dengan cara :
Tulis 1 gagasan utamanya di tengah halaman dan lingkupilah dengan lingkaran, persegi, atau bentuk lain!
Tambahkan 2 cabang yang mengelilingi gagasan utama!
Gunakan 3 warna yang berbeda untuk tiap-tiap cabang!
Tuliskan 4 kata kunci pada tiap-tiap cabang!
Tambahkan 4 simbol pada tiap-tiap cabang tersebut!
Rambu-rambu jawaban:
Untuk topik 1 (teknologi produksi tempat tinggal
Untuk topik 2 (teknologi produksi makanan)
Untuk topik 3 (teknologi produksi pakaian)
Nilai LKS
(Siklus I Pertemuan I)
No.Nama
KelompokNomor Soal/SkorNilai1234510152025301.Kelompok 1
Dfm
Rss101520255752.Kelompok 2
Jul
Man1015201520803.Kelompok 3
Maf
Int1015201520804.Kelompok 4
Nur
Ali1015201015705.Kelompok 5
Ca
Asd 1015101015656.Kelompok 6
Mai
Fad1015201515757.Kelompok 7
Apr
Asw1015151515708.Kelompok 8
Ren
Ms1015201515759.Kelompok 9
As
Asr10151515157010.Kelompok 10
Ma
Fas10151015156511.Kelompok 11
Dew
Maa101510152070Jumlah795Rata-Rata72,27
Pedoman Penskoran
Untuk soal no 1
Skor 10 jika siswa menulis teknologi produksi
Skor 5 jika siswa menulis teknologi
Skor 0 jika siswa tidak menulis
Untuk soal no 2
Skor 15 jika siswa menulis 2 cabang-cabang
Skor 10 jika siswa menulis 1 cabang-cabang
Skor 0 jika siswa tidak menulis
Untuk soal no 3
Skor 20 jika siswa menggunakan 3 warna sesuai dengan cabang yang berbeda
Skor 15 jika siswa menggunakan 2 warna sesuai dengan cabang yang berbeda
Skor 10 jika siswa menggunakan 1 warna sesuai dengan cabang yang berbeda
Skor 5 jika siswa hanya menggunakan pulpen atau pensil saja
Skor 0 jika siswa tidak menulis
Untuk soal no. 4
Skor 25 jika siswa menulis 4 kata kunci
Skor 15 jika siswa menulis 3 kata kunci
Skor 10 jika siswa menulis 2 kata kunci
Skor 5 jika siswa menulis 1 kata kunci
Skor 0 jika siswa tidak menulis
Untuk soal no. 5
Skor 30 jika siswa menambahkan 4 simbol
Skor 20 jika siswa menambahkan 3 simbol
Skor 15 jika siswa menambahkan 2 simbol
Skor 5 jika siswa menambahkan 1 simbol
Skor 0 jika siswa tidak menulis
Lampiran 7
HASIL OBSERVASI ASPEK GURU
(Siklus I Pertemuan I)
Materi Pokok : Teknologi Produksi
Hari / Tanggal : Rabu, 25 Maret 2015
Petunjuk : Amatilah pelaksanaan kegiatan belajar mengajar yang dilakukan oleh guru dengan memberi tanda ceklis (() pada kolom yang tersedia sesuai dengan pengamatan anda pada saat guru mengajar.
NoAspek yang diamatiPenilaianTidakYaBCK1.
2.
3.
4.
5.
6.Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
Guru mengemukakan konsep/permasalahan yang mempunyai alternatif jawaban kemudian akan ditanggapi oleh siswa
Guru membentuk kelompok yang beranggotakan 2-3 orang
Guru membimbing tiap kelompok mencatat alternatif jawaban hasil diskusi sssuai petunjuk di LKS
Guru mengacak tiap kelompok membaca hasil diskusinya kemudian guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan guru
Guru meminta siswa membuat kesimpulan dan guru memberi bandingan sesuai konsep yang disediakan guru(
(
(
(
(
(Jumlah1230Persentase Indikator17%33%50%0%
Keterangan :
Persentase Indikator Baik = X 100%
= × 100 % = 17%
Persentase Indikator Cukup = X 100%
= × 100 % = 33%
Persentase Indikator Kurang = X 100%
= × 100 % = 50%
Sibulue, 25 Maret 2015
Observer
Hj. ROSMINI, S.Pd
NIP: 19680720 198903 2 010
RUBRIK PENILAIAN ASPEK GURU
Kegiatan Inti
Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
B : jika guru menjelaskan kompetensi yang ingin dicapai
C : jika guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
K : jika guru tidak menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
Guru mengemukakan konsep/permasalahan yang mempunyai alternatif jawaban kemudian akan ditanggapi oleh siswa
B : jika guru menjelaskan cara membuat peta konsep, menampilkan media contoh peta konsep, menjelaskan media tersebut, tanya jawab tentang media tersebut kemudian ditanggapi oleh siswa
C : jika guru menjelaskan cara membuat peta konsep, menampilkan media contoh peta konsep, menjelaskan media tersebut kemudian ditanggapi oleh siswa
K : jika guru menjelaskan cara membuat peta konsep, menampilkan media contoh peta konsep kemudian ditanggapi oleh siswa
Guru membentuk kelompok yang beranggotakan 2 orang
B : jika guru membentuk kelompok berdasarkan tingkat kemampuan siswa, mengatur posisi duduk sesuai kelompok
C : jika guru membentuk kelompok berdasarkan tempat duduk siswa
K : jika guru membentuk kelompok berdasarkan kemauan siswa
Guru membimbing tiap kelompok mencatat alternatif jawaban hasil diskusi sssuai petunjuk di LKS
B : jika guru membimbing tiap kelompok mencatat alternatif jawaban hasil diskusi sesuai petunjuk, membagikan LKS setiap kelompok, mengawasi setiap kelompok
C : jika guru membimbing tiap kelompok mencatat alternatif jawaban hasil diskusi sesuai petunjuk, membagikan LKS setiap kelompok
K : jika guru hanya meminta tiap kelompok mencatat alternatif jawaban hasil diskusi sesuai petunjuk di LKS
Guru mengacak tiap kelompok tertentu membaca hasil diskusinya kemudian guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan guru
B : jika guru mengacak tiap kelompok tertentu dengan cara lot membaca hasil diskusinya kemudian guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan guru
C : jika guru mengacak tiap kelompok tertentu membaca hasil diskusinya berdasarkan keinginan siswa kemudian guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan guru
K : jika guru mengacak tiap kelompok tertentu membaca hasil diskusinya berdasarkan keinginan guru
Guru meminta siswa membuat kesimpulan dan guru memberi bandingan sesuai konsep yang disediakan guru
B : jika guru meminta siswa membuat kesimpulan dan guru memberi bandingan sesuai konsep yang disediakan guru secara jelas dan sistematis
C : jika guru meminta siswa membuat kesimpulan dan guru memberi bandingan sesuai konsep yang disediakan guru secara jelas namun tidak sistematis
K : jika guru hanya meminta siswa membuat kesimpulan
Lampiran 8
HASIL OBSERVASI ASPEK SISWA
(Siklus I Pertemuan I)
Materi Pokok : Teknologi Produksi
Hari / Tanggal : Rabu, 25 Maret 2015
Petunjuk : Amatilah pelaksanaan kegiatan belajar mengajar yang dilakukan oleh guru dengan memberi tanda ceklis (() pada kolom yang tersedia sesuai dengan pengamatan anda pada saat guru mengajar
NoAspek yang diamatiPenilaianTidakSiswa YaBCK1.
2.
3.
4.
5.
6.Siswa memperhatikan kompetensi yang disampaikan oleh guru
Siswa memperhatikan konsep/permasalahan yang disampaikan oleh guru dan menanggapi
Siswa membentuk kelompok sesuai intruksi dari guru
Tiap kelompok menginventarisasi/mencatat alternatif jawaban hasil diskusi
Tiap kelompok diacak untuk membacakan hasil diskusinya
Siswa membuat kesimpulan dari konsep yang disediakan guru(
(
(
(
(
(15 Siswa
12 Siswa
13 Siswa
7 Kelompok
8 Kelompok
5 Siswa
Jumlah1230Persentase Indikator17%33%50%0%
Keterangan:
Persentase Indikator Baik = X 100%
= × 100 % = 17%
Persentase Indikator Cukup = X 100%
= × 100 % = 33%
Persentase Indikator Kurang = X 100%
= × 100 % = 50%
Sibulue, 25 Maret 2015
Observer
Hj. ROSMINI, S.Pd
NIP: 19680720 198903 2 010
RUBRIK PENILAIAN ASPEK SISWA
Keterangan
B : 15 - 22 Siswa yang aktif mengikuti proses pembelajaran
C : 8 - 14 Siswa yang aktif mengikuti proses pembelajaran
K : 1 - 7 Siswa yang aktif mengikuti proses pembelajaran
Kegiatan inti
Siswa memperhatikan kompetensi yang disampaikan guru
B : jika 15-22 siswa memperhatikan kompetensi yang disampaikan guru dengan tenang dan tertib
C : jika 8-14 siswa memperhatikan kompetensi yang disampaikan guru dengan tenang dan tertib
K : jika 1-7 siswa memperhatikan kompetensi yang disampaikan guru dengan tenang dan tertib
Siswa memperhatikan konsep/permasalahan yang disampaikan oleh guru dan menanggapi
B : jika 15-22 siswa memperhatikan cara membuat peta konsep yang disampaikan oleh guru dengan tenang dan menanggapi dengan tepat
C : jika 8-14 siswa memperhatikan cara membuat peta konsep yang disampaikan oleh guru dengan tenang dan menanggapi dengan tepat
K : jika 1-7 siswa memperhatikan cara membuat peta konsep yang disampaikan oleh guru dengan tenang dan menanggapi dengan tepat
Siswa membentuk kelompok sesuai intruksi dari guru
B : jika 15-22 siswa membentuk kelompok sesuai intruksi dari guru dengan tertib dan disiplin
C : jika 8-14 siswa membentuk kelompok sesuai intruksi dari guru dengan tertib dan disiplin
K : jika 1-7 siswa membentuk kelompok sesuai intruksi dari guru dengan tertib dan disiplin
Tiap kelompok menginventarisasi/mencatat alternatif jawaban hasil diskusi sesuai intruksi guru
B : jika tiap kelompok menginventarisasi/mencatat alternatif jawaban hasil diskusi sesuai intruksi guru dengan kerja sama
C : jika 9-10 kelompok menginventarisasi/mencatat alternatif jawaban hasil diskusi sesuai intruksi guru dengan kerja sama
K : jika 7-8 kelompok menginventarisasi/mencatat alternatif jawaban hasil diskusi sesuai intruksi guru dengan kerja sama
Tiap kelompok tertentu diacak untuk membacakan hasil diskusinya
B : jika tiap kelompok tertentu diacak untuk membacakan hasil diskusinya dengan percaya diri dan tepat
C : jika 9-10 kelompok tertentu diacak untuk membacakan hasil diskusinya dengan percaya diri dan tepat
K : jika 7-8 kelompok tertentu diacak untuk membacakan hasil diskusinya dengan percaya diri dan tepat
Siswa membuat kesimpulan dari konsep yang disediakan guru
B : jika 15-22 siswa membuat kesimpulan dari konsep yang disediakan guru dengan jelas dan sistematis
C : jika 8-14 siswa membuat kesimpulan dari konsep yang disediakan guru dengan jelas dan sistematis
K : jika 1-7 siswa membuat kesimpulan dari konsep yang disediakan guru dengan jelas dan sistematis
Lampiran 9
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
(Siklus I Pertemuan II)
Satuan Pendidikan : SD Negeri 223 Sumpang Minangae
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
Kelas/Semester : IV/II
Alokasi Waktu : 3 x 35 menit
Hari/Tanggal : Rabu/01 April 2015
Standar Kompetensi
Mengenal sumber daya alam, kegiatan ekonomi, dan kemajuan teknologi dilingkungan kabupaten dan provinsi
Kompetensi Dasar
2.3 Mengenal perkembangan teknologi produksi, komunikasi, dan transportasi serta pengalaman penggunakannya
Indikator
Membandingkan jenis-jenis teknologi komunikasi pada masa lalu dan masa kini
Tujuan Pembelajaran
Melalui penerapan model pembelajaran Mind Mapping:
Siswa dapat menjelaskan pengertian teknologi komunikasi
Siswa dapat menyebutkan jenis-jenis teknologi komunikasi
Siswa dapat membedakan jenis-jenis teknologi komunikasi pada masa lalu dan masa kini
Materi Pokok
Perkembangan teknologi komunikasi
Model Dan Metode Pembelajaran
Model Pembelajaran : Mind Mapping
Metode Pembelajaran : Tanya jawab, Kerja kelompok, Penugasan
Sumber / Media Pembelajaran
Sumber :
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan KTSP 2006
Buku Paket Cerdas Pengetahuan Sosial untuk SD/MI kelas IV oleh Retno Heny Pujiati & Umi Yuliati Penerbit: Pusat Perbukuan Depdiknas. Hal 163-183
Media : peta konsep terkait teknologi komunikasi
Langkah-Langkah Pembelajaran
NoLangkah-langkah PembelajaranWaktu1Kegiatan awal
Guru mengucapkan salam
Berdoa bersama
Guru mengabsen siswa
Apersepsi (guru melakukan tanya jawab tentang materi yang akan diajarkan)
15 menit2Kegiatan Inti
Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
Guru mengemukakan konsep/permasalahan yang mempunyai alternatif jawaban kemudian akan ditanggapi oleh siswa
Membentuk kelompok yang beranggotakan 2-3 orang dan dibagikan LKS
Tiap kelompok menginventarisasi/mencatat alternatif jawaban hasil diskusi dari LKS yang dikerjakan
Tiap kelompok (atau diacak kelompok tertentu) membaca hasil diskusinya, guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan guru
Dari data-data di papan, siswa diminta membuat kesimpulan atau guru memberi bandingan sesuai konsep yang disediakan guru
Evaluasi
75 menit3Kegiatan Akhir
Gurru memberikan motivasi kepada siswa untuk rajin belajar, membantu kedua orang tua dan kewajiban sebagai agama islam
Berdoa bersama
Mengucapkan salam
15 menit
Penilaian
Teknik Penilaian : Tes
Bentuk Penilaian : Essay (Tertulis)
Instrumen Penilaian : Terlampir
Kunci Jawaban : Terlampir
Pedoman Penskoran : Terlampir
Daftar Pustaka
Departemen Pendidikan Nasional. 2006. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional
Heny Retno.P & Yuliati Umi. 2008. Cerdas Pengetahuan Sosial Untuk SD/MI Kelas IV. Jakarta: Pusat Perbukuan, Depertemen Pendidikan Nasional. Hal 163-183
Sibulue, 01 April 2015
Observer
Hj. ROSMINI, S.Pd
NIP: 19680720 198903 2 010Peneliti
ARVIANA AGUS
NIM: 1147040618
Mengetahui,
Kepala SDN 223 Sumpang Minangae
WAHYU, S.Pd
NIP: 19651231 198411 1 011
Lampiran 10
LEMBAR KEGIATAN SISWA (LKS)
(Siklus I Pertemuan II)
Kelas / Semester : IV / II
Hari / Tanggal : ................./............................
Alokasi Waktu : 15 Menit
Nama Kelompok : ..............................................
1 ..............................................
2...............................................
Duduklah dengan teman kelompok kalian!
Buatlah peta konsep dari materi ajar mengenai teknologi komunikasi untuk topik 1(teknologi komunikasi lisan), topik 2 (teknologi komunikasi tertulis) dan topik 3 (teknologi komunikasi melalui isyarat) dengn cara:
Tulis 1 gagasan utamanya di tengah halaman dan lingkupilah dengan lingkaran, persegi, atau bentuk lain!
Tambahkan 2 cabang yang mengelilingi gagasan utama!
Gunakan 3 warna yang berbeda untuk tiap-tiap cabang!
Tuliskan 4 kata kunci pada tiap-tiap cabang!
Tambahkan 4 simbol pada tiap-tiap cabang tersebut!
Rambu-rambu jawaban:
Untuk topik 1 (teknologi komunikasi lisan)
Untuk topik 2 (teknologi komunikasi tertulis)
Untuk topik 3 (teknologi komunikasi melalui isyarat)
Nilai LKS
(Siklus I pertemuan II)
No.Nama
KelompokNomor Soal/SkorNilai1234510152025301.Kelompok 1
Dfm
Rss1015201520802.Kelompok 2
Jul
Man1015202515853.Kelompok 3
Maf
Int1015201520804.Kelompok 4
Nur
Ali1015151520755.Kelompok 5
Ca
Asd 1015151015656.Kelompok 6
Mai
Fad1015201515757.Kelompok 7
Apr
Asw1015201515758.Kelompok 8
Ren
Ms 1015151520759.Kelompok 9
AS
Asr10151515157010.Kelompok 10
Ma
Fas10152010157011.Kelompok 11
Dew
Maa10152025575Jumlah825Rata-Rata75
Pedoman Penskoran
Untuk soal no 1
Skor 10 jika siswa menulis teknologi transportasi
Skor 5 jika siswa menulis teknologi
Skor 0 jika siswa tidak menulis
Untuk soal no 2
Skor 15 jika siswa menulis 2 cabang-cabang
Skor 10 jika siswa menulis 1 cabang-cabang
Skor 0 jika siswa tidak menulis
Untuk soal no 3
Skor 20 jika siswa menggunakan 3 warna sesuai dengan cabang yang berbeda
Skor 15 jika siswa menggunakan 2 warna sesuai dengan cabang yang berbeda
Skor 10 jika siswa menggunakan 1 warna sesuai dengan cabang yang berbeda
Skor 5 jika siswa hanya menggunakan pulpen atau pensil saja
Skor 0 jika siswa tidak menulis
Untuk soal no. 4
Skor 25 jika siswa menulis 4 kata kunci
Skor 15 jika siswa menulis 3 kata kunci
Skor 10 jika siswa menulis 2 kata kunci
Skor 5 jika siswa menulis 1 kata kunci
Skor 0 jika siswa tidak menulis
Untuk soal no. 5
Skor 30 jika siswa menambahkan 4 simbol
Skor 20 jika siswa menambahkan 3 simbol
Skor 15 jika siswa menambahkan 2 simbol
Skor 5 jika siswa menambahkan 1 simbol
Skor 0 jika siswa tidak menulis
Lampiran 11
HASIL OBSERVASI ASPEK GURU
(Siklus I Pertemuan II)
Materi Pokok : Teknologi Komunikasi
Hari / Tanggal : Rabu, 01 April 2015
Petunjuk : Amatilah pelaksanaan kegiatan belajar mengajar yang dilakukan oleh guru dengan memberi tanda ceklis (() pada kolom yang tersedia sesuai dengan pengamatan anda pada saat guru mengajar
NoAspek yang diamatiPenilaianTidakYaBCK1.
2.
3.
4.
5.
6.Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
Guru mengemukakan konsep/permasalahan yang mempunyai alternatif jawaban kemudian akan ditanggapi oleh siswa
Guru membentuk kelompok yang beranggotakan 2-3 orang
Guru membimbing tiap kelompok mencatat alternatif jawaban hasil diskusi sssuai petunjuk di LKS
Guru mengacak tiap kelompok membaca hasil diskusinya kemudian guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan guru
Guru meminta siswa membuat kesimpulan dan guru memberi bandingan sesuai konsep yang disediakan guru(
(
(
(
(
(Jumlah2310Persentase Indikator33%50%17%0%
Keterangan:
Persentase Indikator Baik = X 100%
= × 100 % = 33%
Persentase Indikator Cukup = X 100%
= × 100 % = 50%
Persentase Indikator Kurang = X 100%
= × 100 % = 17%
Sibulue, 01 April 2015
Observer
Hj. ROSMINI, S.Pd
NIP: 19680720 198903 2 010
RUBRIK PENILAIAN ASPEK GURU
Kegiatan Inti
Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
B : jika guru menjelaskan kompetensi yang ingin dicapai
C : jika guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
K : jika guru tidak menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
Guru mengemukakan konsep/permasalahan yang mempunyai alternatif jawaban kemudian akan ditanggapi oleh siswa
B : jika guru menjelaskan cara membuat peta konsep, menampilkan media contoh peta konsep, menjelaskan media tersebut, tanya jawab tentang media tersebut kemudian ditanggapi oleh siswa
C : jika guru menjelaskan cara membuat peta konsep, menampilkan media contoh peta konsep, menjelaskan media tersebut kemudian ditanggapi oleh siswa
K : jika guru menjelaskan cara membuat peta konsep, menampilkan media contoh peta konsep kemudian ditanggapi oleh siswa
Guru membentuk kelompok yang beranggotakan 2 orang
B : jika guru membentuk kelompok berdasarkan tingkat kemampuan siswa, mengatur posisi duduk sesuai kelompok
C : jika guru membentuk kelompok berdasarkan tempat duduk siswa
K : jika guru membentuk kelompok berdasarkan kemauan siswa
Guru membimbing tiap kelompok mencatat alternatif jawaban hasil diskusi sssuai petunjuk di LKS
B : jika guru membimbing tiap kelompok mencatat alternatif jawaban hasil diskusi sesuai petunjuk, membagikan LKS setiap kelompok, mengawasi setiap kelompok
C : jika guru membimbing tiap kelompok mencatat alternatif jawaban hasil diskusi sesuai petunjuk, membagikan LKS setiap kelompok
K : jika guru hanya meminta tiap kelompok mencatat alternatif jawaban hasil diskusi sesuai petunjuk di LKS
Guru mengacak tiap kelompok tertentu membaca hasil diskusinya kemudian guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan guru
B : jika guru mengacak tiap kelompok tertentu dengan cara lot membaca hasil diskusinya kemudian guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan guru
C : jika guru mengacak tiap kelompok tertentu membaca hasil diskusinya berdasarkan keinginan siswa kemudian guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan guru
K : jika guru mengacak tiap kelompok tertentu membaca hasil diskusinya berdasarkan keinginan guru
Guru meminta siswa membuat kesimpulan dan guru memberi bandingan sesuai konsep yang disediakan guru
B : jika guru meminta siswa membuat kesimpulan dan guru memberi bandingan sesuai konsep yang disediakan guru secara jelas dan sistematis
C : jika guru meminta siswa membuat kesimpulan dan guru memberi bandingan sesuai konsep yang disediakan guru secara jelas namun tidak sistematis
K : jika guru hanya meminta siswa membuat kesimpulan
Lampiran 12
HASIL OBSERVASI ASPEK SISWA
(Siklus I Pertemuan II)
Materi Pokok : Teknologi Komunikasi
Hari / Tanggal : Rabu, 01 April 2015
Petunjuk : Amatilah pelaksanaan kegiatan belajar yang dilakukan oleh siswa dengan memberi tanda ceklis (() pada kolom yang tersedia sesuai dengan pengamatan anda pada saat siswa dalam proses pembelajaran.
NoAspek yang diamatiPenilaianTidakSiswaYaBCK1.
2.
3.
4.
5.
6.Siswa memperhatikan kompetensi yang disampaikan oleh guru
Siswa memperhatikan konsep/permasalahan yang disampaikan oleh guru dan menanggapi
Siswa membentuk kelompok sesuai intruksi dari guru
Tiap kelompok menginventarisasi/mencatat alternatif jawaban hasil diskusi
Tiap kelompok diacak untuk membacakan hasil diskusinya
Siswa membuat kesimpulan dari konsep yang disediakan guru(
(
(
(
(
(17 Siswa
15 Siswa
14 Siswa
9 Kelompok
10 Kelompok
7 SiswaJumlah2310Persentase Indikator33%50%17%0%
Keterangan:
Persentase Indikator Baik = X 100%
= × 100 % = 33%
Persentase Indikator Cukup = X 100%
= × 100 % = 50%
Persentase Indikator Kurang = X 100%
= × 100 % = 17%
Sibulue, 01 April 2015
Observer
Hj. ROSMINI, S.Pd
NIP: 19680720 198903 2 010
RUBRIK PENILAIAN ASPEK SISWA
Keterangan
B : 15 - 22 Siswa yang aktif mengikuti proses pembelajaran
C : 8 - 14 Siswa yang aktif mengikuti proses pembelajaran
K : 1 - 7 Siswa yang aktif mengikuti proses pembelajaran
Kegiatan inti
Siswa memperhatikan kompetensi yang disampaikan guru
B : jika 15-22 siswa memperhatikan kompetensi yang disampaikan guru dengan tenang dan tertib
C : jika 8-14 siswa memperhatikan kompetensi yang disampaikan guru dengan tenang dan tertib
K : jika 1-7 siswa memperhatikan kompetensi yang disampaikan guru dengan tenang dan tertib
Siswa memperhatikan konsep/permasalahan yang disampaikan oleh guru dan menanggapi
B : jika 15-22 siswa memperhatikan cara membuat peta konsep yang disampaikan oleh guru dengan tenang dan menanggapi dengan tepat
C : jika 8-14 siswa memperhatikan cara membuat peta konsep yang disampaikan oleh guru dengan tenang dan menanggapi dengan tepat
K : jika 1-7 siswa memperhatikan cara membuat peta konsep yang disampaikan oleh guru dengan tenang dan menanggapi dengan tepat
Siswa membentuk kelompok sesuai intruksi dari guru
B : jika 15-22 siswa membentuk kelompok sesuai intruksi dari guru dengan tertib dan disiplin
C : jika 8-14 siswa membentuk kelompok sesuai intruksi dari guru dengan tertib dan disiplin
K : jika 1-7 siswa membentuk kelompok sesuai intruksi dari guru dengan tertib dan disiplin
Tiap kelompok menginventarisasi/mencatat alternatif jawaban hasil diskusi sesuai intruksi guru
B : jika tiap kelompok menginventarisasi/mencatat alternatif jawaban hasil diskusi sesuai intruksi guru dengan kerja sama
C : jika 9-10 kelompok menginventarisasi/mencatat alternatif jawaban hasil diskusi sesuai intruksi guru dengan kerja sama
K : jika 7-8 kelompok menginventarisasi/mencatat alternatif jawaban hasil diskusi sesuai intruksi guru dengan kerja sama
Tiap kelompok tertentu diacak untuk membacakan hasil diskusinya
B : jika tiap kelompok tertentu diacak untuk membacakan hasil diskusinya dengan percaya diri dan tepat
C : jika 9-10 kelompok tertentu diacak untuk membacakan hasil diskusinya dengan percaya diri dan tepat
K : jika 7-8 kelompok tertentu diacak untuk membacakan hasil diskusinya dengan percaya diri dan tepat
Siswa membuat kesimpulan dari konsep yang disediakan guru
B : jika 15-22 siswa membuat kesimpulan dari konsep yang disediakan guru dengan jelas dan sistematis
C : jika 8-14 siswa membuat kesimpulan dari konsep yang disediakan guru dengan jelas dan sistematis
K : jika 1-7 siswa membuat kesimpulan dari konsep yang disediakan guru dengan jelas dan sistematis
Lampiran 13
Tes Siklus I
Nama : .................................
Kelas : .................................
Waktu : 15 Menit
Petunjuk : a. Tulislah nama, dan kelas pada tempat yang tersedia !
b. Jawablah pertanyaan ini dengan benar!
Jelaskan pengertian teknologi produksi? (10)
Jelaskan pengertian teknologi komunikasi? (10)
Sebutkan 3 jenis teknologi produksi! (15)
Sebutkan 3 jenis teknologi komunikasi! (15)
Sebutkan 4 contoh alat teknologi produksi pada masa lalu dan masa kini! (25)
Sebutkan 4 contoh alat teknologi komunikasi pada masa kini dan masa lalu! (25)
Kunci jawaban
Teknologi produksi adalah alat dan cara yang memudahkan manusia untuk melakukan suatu kegiatan yang menghasilkan barang atau jasa
Teknologi komunikasi adalah alat dan cara yang memudahkan manusia untuk melakukan suatu kegiatan mengirim dan menerima pesan
Teknologi produksi makanan, teknologi produksi pakaian dan teknologi produksi tempat tinggal
Teknologi komunikasi lisan, teknologi komunikasi tertulis dan teknologi komunikasi melalui isyarat
Teknologi produksi pada masa lalu: bajak, tenun tangan, lesung, kapak, dan menumbuk padi. Sedangkan teknologi produksi pada masa kini: traktor, mesin penggiling padi, mesin tenun, dan gergaji mesin
Teknologi komunikasi pada masa lalu : bertemu, kentongan, surat dan bedug. Sedangkan teknologi komunikasi pada masa kini : telpon, faksimile dan alarm
Lampiran 14
Perolehan Tes Siklus I
NoNama SiswaNomor Soal/SkorJumlah SkorKeterangan1234561010151525251Asd1010101515565Tidak Tuntas2Ca1010101015560Tidak Tuntas3Fas1010151515570Tuntas4Fad1010105151565Tidak Tuntas5Asr1010151552075Tuntas6Ali1010151515570Tuntas7Apr101015155560Tidak Tuntas8Asw5101515151575Tuntas9As1010101015560Tidak Tuntas10Dew1010151015565Tidak Tuntas11Dfm10101510151575Tuntas12Int1010151551570Tuntas13Jul1010151520575Tuntas14Ma105151015560Tidak Tuntas15Maf10101515151580Tuntas16Man10101515201585Tuntas17Ms10101510 15565Tidak Tuntas18Mai1010151520575Tuntas19Nur10101010152075Tuntas20Ren1010151015565Tidak Tuntas21Rss10101510151575Tuntas22Maa1010151515570TuntasJumlah1535CUKUP Rata-rata69,77Persentase Ketuntasan Belajar Siswa59,09%Persentase Ketidaktuntasan Belajar Siswa40,90%
Pendoman Penskoran
Untuk soal nomor 1
Skor 10 jika siswa menulis dengan benar dan lengkap
Skor 5 jika siswa menulis dengan benar namun kurang lengkap
Skor 0 jika siswa tidak menulis
Untuk soal nomor 2
Skor 10 jika siswa menulis dengan benar dan lengkap
Skor 5 jika siswa menulis dengan benar namun kurang lengkap
Skor 0 jika siswa tidak menulis
Untuk soal nomor 3
Skor 15 jika siswa menuliskan 3 jenis teknologi produksi
Skor 10 jika siswa menuliskan 2 jenis teknologi produksi
Skor 5 jika siswa menuliskan 1 jenis teknologi produksi
Skor 0 jika siswa tidak menulis
Untuk soal nomor 4
Skor 15 jika siswa menuliskan 3 jenis teknologi komunikasi
Skor 10 jika siswa menuliskan 2 jenis teknologi komunikasi
Skor 5 jika siswa menuliskan 1 jenis teknologi komunikasi
Skor 0 jika siswa tidak menulis
Untuk soal nomor 5
Skor 25 jika siswa menuliskan 4 masing-masing alat teknologi produksi
Skor 20 jika siswa menjawab 3 masing-masing alat teknologi produksi
Skor 15 jika siswa menjawab 2 masing-masing alat teknologi produksi
Skor 5 jika siswa menjawab 1 masing-masing alat teknologi produksi
Skor 0 jika siswa tidak menulis
Untuk soal nomor 6
Skor 25 jika siswa menuliskan 4 masing-masing alat teknologi komunikasi
Skor 20 jika siswa menjawab 3 masing-masing alat teknologi komunikasi
Skor 15 jika siswa menjawab 2 masing-masing alat teknologi komunikasi
Skor 5 jika siswa menjawab 1 masing-masing alat teknologi komunikasi
Skor 0 jika siswa tidak menulis
Lampiran 15
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
(Siklus II Pertemuan I)
Satuan Pendidikan : SD Negeri 223 Sumpang Minangae
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
Kelas/Semester : IV/II
Alokasi Waktu : 3 x 35 menit
Hari/Tanggal : Rabu/08 April 2015
Standar Kompetensi
2 Mengenal sumber daya alam, kegiatan ekonomi, dan kemajuan teknologi dilingkungan kabupaten dan provinsi
Kompetensi Dasar
Mengenal perkembangan teknologi produksi, komunikasi, dan transportasi serta pengalaman penggunakannya.
Indikator
Membandingkan keunggulan dan kelemahan jenis-jenis alat teknologi komunikasi pada masa lalu dan masa kini
Tujuan Pembelajaran
Melalui penerapan model pembelajaran Mind Mapping:
Siswa dapat menyebutkan jenis-jenis teknologi komunikasi
Siswa dapat mengemukakan manfaat jenis-jenis teknologi komunikasi
Siswa membedakan keunggulan dan kelemahan jenis-jenis teknologi komunikasi pada masa lalu dan masa kini
Materi Pokok
Perkembangan teknologi komunikasi
Model Dan Metode Pembelajaran
Model Pembelajaran : Mind Mapping
Metode Pembelajaran : Tanya jawab, Kerja kelompok, Penugasan.
Sumber / Media Pembelajaran
Sumber :
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan KTSP 2006
Buku Paket Cerdas Pengetahuan Sosial untuk SD/MI kelas IV oleh Retno Heny Pujiati & Umi Yuliati Penerbit: Pusat Perbukuan Depdiknas. Hal 163-183
Media : peta konsep terkait teknologi komunikasi
Langkah-Langkah Pembelajaran
NoLangkah-langkah PembelajaranWaktu1Kegiatan awal
Guru mengucapkan salam
Berdoa bersama
Guru mengabsen siswa
Apersepsi (guru melakukan tanya jawab tentang materi yang akan diajarkan)
15 menit2Kegiatan Inti
Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
Guru mengemukakan konsep/permasalahan yang mempunyai alternatif jawaban kemudian akan ditanggapi oleh siswa
Membentuk kelompok yang beranggotakan 2-3 orang dan dibagikan LKS
Tiap kelompok menginventarisasi/mencatat alternatif jawaban hasil diskusi dari LKS yang dibagikan
Tiap kelompok (atau diacak kelompok tertentu) membaca hasil diskusinya, guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan guru
Dari data-data di papan, siswa diminta membuat kesimpulan atau guru memberi bandingan sesuai konsep yang disediakan guru
Evaluasi
75 menit3Kegiatan Akhir
Gurru memberikan motivasi kepada siswa untuk rajin belajar, membantu kedua orang tua dan kewajiban sebagai agama islam
Berdoa bersama
Mengucapkan salam
15 menit
Penilaian
Teknik Penilaian : Tes
Bentuk Penilaian : Essay (Tertulis)
Instrumen Penilaian : Terlampir
Kunci Jawaban : Terlampir
Pedoman Penskoran : Terlampir
Daftar Pustaka
Departemen Pendidikan Nasional. 2006. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional
Heny Retno.P & Yuliati Umi. 2008. Cerdas Pengetahuan Sosial Untuk SD/MI Kelas IV. Jakarta: Pusat Perbukuan, Depertemen Pendidikan Nasional. Hal 163-183
Sibulue, 08 April 2015
Observer
Hj. ROSMINI, S.Pd
NIP: 19680720 198903 2 010Peneliti
ARVIANA AGUS
NIM: 1147040618
Mengetahui,
Kepala SDN 223 Sumpang Minangae
WAHYU, S.Pd
NIP: 19651231 198411 1 011
Lampiran 16
Soal Evaluasi
(Siklus II pertemuan I)
Nama : .................................
Kelas : .................................
Waktu : 15 Menit
Petunjuk : a. Tulislah nama, dan kelas pada tempat yang tersedia !
b. Jawablah pertanyaan ini dengan benar!
Sebutkan 3 contoh alat teknologi komunikasi
Jelaskan manfaat radio, alarm gempa, dan telpon!
Sebutkan 3 keunggulan alat teknologi komunikasi pada masa lalu!
Sebutkan 3 kelemahan alat teknologi komunikasi pada masa lalu!
Sebutkan 2 keunggulan dan kelemahan alat teknologi komunikasi pada masa kini!
Kunci Jawaban
Contoh alat teknologi komunikasi yaitu telepon, bedug, surat
Radio bermanfaat sebagai menyampaikan informasi secara lisan, alaram gempa bermanfaat sebagai tanda jarak jauh saat terjadinya gempa dan telpon bermanfaat untuk menyampaikan pesan suara
Keunggulan alat teknologi komunikasi pada masa lalu yaitu hemat biaya dan tidak beradiasi, cepat sampai tujuan
Kelemahan alat teknologi komunikasi pada masa lalu yaitu lambat dan biayanya mahal, jangkaunya dekat
keunggulan alat teknologi komunikasi pada masa kini yaitu prosesnya cepat dan jangkauanya jauh dan kelemahan alat teknologi komunikasi pada masa kini yaitu radiasi dan biayanya mahal
Pedoman Penkoran
Untuk soal nomor 1
Skor 10 jika siswa menulis 2-3 alat teknologi komunikasi
Skor 5 jika siswa menulis 1 alat teknologi komunikasi
Skor 0 jika siswa tidak menulis
Untuk soal nomor 2
Skor 15 jika siswa menulis 3 manfaat
Skor 10 jika siswa menulis 2 manfaat
Skor 5 jika siswa menulis 1 manfaat
Skor 0 jika siswa tidak menulis
Untuk soal nomor 3
Skor 20 jika siswa menulis 3 keunggulan alat teknologi komunikasi
Skor 15 jika siswa menulis 2 keunggulan alat teknologi komunikasi
Skor 5 jika siswa menulis 1 keunggulan alat teknologi komunikasi
Skor 0 jika siswa tidak menulis
Untuk soal nomor 4
Skor 25 jika siswa menulis 3 kelemahan alat teknologi komunikasi
Skor 15 jika siswa menulis 2 kelemahan alat teknologi komunikasi
Skor 5 jika siswa menulis 1 kelemahan alat teknologi komunikasi
Skor 0 jika siswa tidak menulis
Untuk soal nomor 5
Skor 30 jika siswa menulis 4 keunggulan dan kelemahan alat teknologi
Skor 25 jika siswa menulis 3 keunggulan dan kelemahan alat teknologi
Skor 15 jika siswa menulis 2 keunggulan dan kelemahan alat teknologi
Skor 5 jika siswa menulis 1 keunggulan dan kelemahan alat teknologi
Skor 0 jika siswa tidak menulis
Lampiran 17
LEMBAR KEGIATAN SISWA (LKS)
(Siklus II Pertemuan I)
Kelas / Semester : IV / II
Hari / Tanggal : ................./.............................
Alokasi Waktu : 15 Menit
Nama Kelompok : ...............................................
1 ..............................................
2...............................................
Duduklah dengan teman kelompok kalian!
Buatlah peta konsep dari materi ajar mengenai keunggulan dan kelemahan teknologi komunikasi untuk topik 1 (teknologi komunikasi lisan), topik 2 (teknologi komunikasi tertulis), topik 3 (teknologi komunikasi melalui isyarat) dengan cara :
Tulis 1 gagasan utamanya di tengah halaman dan lingkupilah dengan lingkaran, persegi, atau bentuk lain!
Tambahkan 4 cabang yang mengelilingi gagasan utama!
Gunakan 3 warna yang berbeda untuk tiap-tiap cabang!
Tuliskan 2 kata kunci pada tiap-tiap cabang!
Tambahkan 2 simbol pada tiap-tiap cabang tersebut!
Rambu-rambu jawaban:
untuk topik 1 (teknologi komunikasi lisan)
Untuk topik 2 (teknologi komunikasi tertulis)
Untuk topik 3 (teknologi komunikasi melalui isyarat)
Nilai LKS
(Siklus II Pertemuan I)
No.Nama
KelompokNomor Soal/SkorNilai1234510152025301.Kelompok 1
Dfm
Asd1015201520802.Kelompok 2
Jul
Ms1015202515853.Kelompok 3
Ma
Fas1015201515754.Kelompok 4
Man
Ren1015202515855.Kelompok 5
Mai
Asr1015201520806.Kelompok 6
Asw
Fad1015201515757.Kelompok 7
Rss
Apr1015201520808.Kelompok 8
Nur
Ali1015201515759.Kelompok 9
Int
As10152010157010.Kelompok 10
Maa
Ca10152015157511.Kelompok 11
Maf
Dew101520251585Jumlah865Rata-rata78,63
Pedoman Penskoran
Untuk soal no 1
Skor 10 jika siswa menulis teknologi komunikasi
Skor 5 jika siswa menulis teknologi
Skor 0 jika siswa tidak menulis
Untuk soal no 2
Skor 15 jika siswa menulis 3-4 cabang-cabang
Skor 10 jika siswa menulis 1-2 cabang-cabang
Skor 0 jika siswa tidak menulis
Untuk soal no 3
Skor 20 jika siswa menggunakan 3 warna sesuai dengan cabang yang berbeda
Skor 15 jika siswa menggunakan 2 warna sesuai dengan cabang yang berbeda
Skor 10 jika siswa menggunakan 1 warna sesuai dengan cabang yang berbeda
Skor 5 jika siswa hanya menggunakan pulpen atau pensil saja
Skor 0 jika siswa tidak menulis
Untuk soal no. 4
Skor 25 jika siswa menulis 4 kata kunci
Skor 15 jika siswa menulis 3 kata kunci
Skor 10 jika siswa menulis 2 kata kunci
Skor 5 jika siswa menulis 1 kata kunci
Skor 0 jika siswa tidak menulis
Untuk soal no. 5
Skor 30 jika siswa menambahkan 4 simbol
Skor 20 jika siswa menambahkan 3 simbol
Skor 15 jika siswa menambahkan 2 simbol
Skor 5 jika siswa menambahkan 1 simbol
Skor 0 jika siswa tidak menulis
Lampiran 18
HASIL OBSERVASI ASPEK GURU
(Siklus II Pertemuan I)
Materi Pokok : Keunggulan dan Kelemahan Teknologi Komunikasi
Hari / Tanggal : Rabu, 08 April 2015
Petunjuk : Amatilah pelaksanaan kegiatan belajar mengajar yang dilakukan oleh guru dengan memberi tanda ceklis (() pada kolom yang tersedia sesuai dengan pengamatan anda pada saat guru mengajar
NoAspek yang diamatiPenilaianTidakYaBCK1.
2.
3.
4.
5.
6.Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
Guru mengemukakan konsep/permasalahan yang mempunyai alternatif jawaban kemudian akan ditanggapi oleh siswa
Guru membentuk kelompok yang beranggotakan 2-3 orang
Guru membimbing tiap kelompok mencatat alternatif jawaban hasil diskusi sssuai petunjuk di LKS
Guru mengacak tiap kelompok membaca hasil diskusinya kemudian guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan guru
Guru meminta siswa membuat kesimpulan dan guru memberi bandingan sesuai konsep yang disediakan guru(
(
(
(
(
(
Jumlah4200Persentase Indikator67%33%0%0%
Keterangan:
Persentase Indikator Baik = X 100%
= × 100 % = 67%
Persentase Indikator Cukup = X 100%
= × 100 % = 33%
Persentase Indikator Kurang = X 100%
= × 100 % = 0%
Sibulue, 08 April 2015
Observer
Hj. ROSMINI, S.Pd
NIP: 19680720 198903 2 010
RUBRIK PENILAIAN ASPEK GURU
Kegiatan Inti
Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
B : jika guru menjelaskan kompetensi yang ingin dicapai
C : jika guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
K : jika guru tidak menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
Guru mengemukakan konsep/permasalahan yang mempunyai alternatif jawaban kemudian akan ditanggapi oleh siswa
B : jika guru menjelaskan cara membuat peta konsep, menampilkan media contoh peta konsep, menjelaskan media tersebut, tanya jawab tentang media tersebut kemudian ditanggapi oleh siswa
C : jika guru menjelaskan cara membuat peta konsep, menampilkan media contoh peta konsep, menjelaskan media tersebut kemudian ditanggapi oleh siswa
K : jika guru menjelaskan cara membuat peta konsep, menampilkan media contoh peta konsep kemudian ditanggapi oleh siswa
Guru membentuk kelompok yang beranggotakan 2 orang
B : jika guru membentuk kelompok berdasarkan tingkat kemampuan siswa, mengatur posisi duduk sesuai kelompok
C : jika guru membentuk kelompok berdasarkan tempat duduk siswa
K : jika guru membentuk kelompok berdasarkan kemauan siswa
Guru membimbing tiap kelompok mencatat alternatif jawaban hasil diskusi sssuai petunjuk di LKS
B : jika guru membimbing tiap kelompok mencatat alternatif jawaban hasil diskusi sesuai petunjuk, membagikan LKS setiap kelompok, mengawasi setiap kelompok
C : jika guru membimbing tiap kelompok mencatat alternatif jawaban hasil diskusi sesuai petunjuk, membagikan LKS setiap kelompok
K : jika guru hanya meminta tiap kelompok mencatat alternatif jawaban hasil diskusi sesuai petunjuk di LKS
Guru mengacak tiap kelompok tertentu membaca hasil diskusinya kemudian guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan guru
B : jika guru mengacak tiap kelompok tertentu dengan cara lot membaca hasil diskusinya kemudian guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan guru
C : jika guru mengacak tiap kelompok tertentu membaca hasil diskusinya berdasarkan keinginan siswa kemudian guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan guru
K : jika guru mengacak tiap kelompok tertentu membaca hasil diskusinya berdasarkan keinginan guru
Guru meminta siswa membuat kesimpulan dan guru memberi bandingan sesuai konsep yang disediakan guru
B : jika guru meminta siswa membuat kesimpulan dan guru memberi bandingan sesuai konsep yang disediakan guru secara jelas dan sistematis
C : jika guru meminta siswa membuat kesimpulan dan guru memberi bandingan sesuai konsep yang disediakan guru secara jelas namun tidak sistematis
K : jika guru hanya meminta siswa membuat kesimpulan
Lampiran 19
HASIL OBSERVASI ASPEK SISWA
(Siklus II Pertemuan I)
Materi Pokok : Keunggulan dan Kelemahan Teknologi Komunikasi
Hari / Tanggal : Rabu, 01 April 2015
Petunjuk : Amatilah pelaksanaan kegiatan belajar mengajar yang dilakukan oleh guru dengan memberi tanda ceklis (() pada kolom yang tersedia sesuai dengan pengamatan anda pada saat guru mengajar
NoAspek yang diamatiPenilaianTidakSiswaYaBCK1.
2.
3.
4.
5.
6.Siswa memperhatikan kompetensi yang disampaikan oleh guru
Siswa memperhatikan konsep/permasalahan yang disampaikan oleh guru dan menanggapi
Siswa membentuk kelompok sesuai intruksi dari guru
Tiap kelompok menginventarisasi/mencatat alternatif jawaban hasil diskusi
Tiap kelompok diacak untuk membacakan hasil diskusinya
Siswa membuat kesimpulan dari konsep yang disediakan guru(
(
(
(
(
(
19 Siswa
16 Siswa
17 Siswa
10 Kelompok
11 Kelompok
9 SiswaJumlah4200Persentase Indikator67%33%0%0%
Keterangan:
Persentase Indikator Baik = X 100%
= × 100 % = 67%
Persentase Indikator Cukup = X 100%
= × 100 % = 33%
Persentase Indikator Kurang = X 100%
= × 100 % = 0%
Sibulue, 08 April 2015
Observer
Hj. ROSMINI, S.Pd
NIP: 19680720 198903 2 010
RUBRIK PENILAIAN ASPEK SISWA
terangan
B : 15 - 22 Siswa yang aktif mengikuti proses pembelajaran
C : 8 - 14 Siswa yang aktif mengikuti proses pembelajaran
K : 1 - 8 Siswa yang aktif mengikuti proses pembelajaran
Kegiatan inti
Siswa memperhatikan kompetensi yang disampaikan guru
B : jika 15-22 siswa memperhatikan kompetensi yang disampaikan guru dengan tenang dan tertib
C : jika 8-14 siswa memperhatikan kompetensi yang disampaikan guru dengan tenang dan tertib
K : jika 1-7 siswa memperhatikan kompetensi yang disampaikan guru dengan tenang dan tertib
Siswa memperhatikan konsep/permasalahan yang disampaikan oleh guru dan menanggapi
B : jika 15-22 siswa memperhatikan cara membuat peta konsep yang disampaikan oleh guru dengan tenang dan menanggapi dengan tepat
C : jika 8-14 siswa memperhatikan cara membuat peta konsep yang disampaikan oleh guru dengan tenang dan menanggapi dengan tepat
K : jika 1-7 siswa memperhatikan cara membuat peta konsep yang disampaikan oleh guru dengan tenang dan menanggapi dengan tepat
Siswa membentuk kelompok sesuai intruksi dari guru
B : jika 15-22 siswa membentuk kelompok sesuai intruksi dari guru dengan tertib dan disiplin
C : jika 8-14 siswa membentuk kelompok sesuai intruksi dari guru dengan tertib dan disiplin
K : jika 1-7 siswa membentuk kelompok sesuai intruksi dari guru dengan tertib dan disiplin
Tiap kelompok menginventarisasi/mencatat alternatif jawaban hasil diskusi sesuai intruksi guru
B : jika tiap kelompok menginventarisasi/mencatat alternatif jawaban hasil diskusi sesuai intruksi guru dengan kerja sama
C : jika 9-10 kelompok menginventarisasi/mencatat alternatif jawaban hasil diskusi sesuai intruksi guru dengan kerja sama
K : jika 7-8 kelompok menginventarisasi/mencatat alternatif jawaban hasil diskusi sesuai intruksi guru dengan kerja sama
Tiap kelompok tertentu diacak untuk membacakan hasil diskusinya
B : jika tiap kelompok tertentu diacak untuk membacakan hasil diskusinya dengan percaya diri dan tepat
C : jika 9-10 kelompok tertentu diacak untuk membacakan hasil diskusinya dengan percaya diri dan tepat
K : jika 7-8 kelompok tertentu diacak untuk membacakan hasil diskusinya dengan percaya diri dan tepat
Siswa membuat kesimpulan dari konsep yang disediakan guru
B : jika 15-22 siswa membuat kesimpulan dari konsep yang disediakan guru dengan jelas dan sistematis
C : jika 8-14 siswa membuat kesimpulan dari konsep yang disediakan guru dengan jelas dan sistematis
K : jika 1-7 siswa membuat kesimpulan dari konsep yang disediakan guru dengan jelas dan sistematis
Lampiran 20
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
(Siklus II Pertemuan II)
Satuan Pendidikan : SD Negeri 223 Sumpang Minangae
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
Kelas/Semester : IV/II
Alokasi Waktu : 3 x 35 menit
Hari/Tanggal : Rabu/15 April 2015
Standar Kompetensi
Mengenal sumber daya alam, kegiatan ekonomi, dan kemajuan teknologi dilingkungan kabupaten dan provinsi
Kompetensi Dasar
Mengenal perkembangan teknologi produksi, komunikasi, dan transportasi serta pengalaman penggunakannya.
Indikator
Membandingkan jenis-jenis teknologi transportasi pada masa lalu dan masa kini
Tujuan Pembelajaran
Melalui penerapan model pembelajaran Mind Mapping:
Siswa dapat menjelaskan pengertian teknologi transportasi
Siswa dapat menyebutkan jenis-jenis teknologi transportasi
Siswa dapat membedakan jenis-jenis teknologi transportasi pada masa lalu dan masa kini
Materi Pokok
Perkembangan teknologi transportasi
Model Dan Metode Pembelajaran
Model Pembelajaran : Mind Mapping
Metode Pembelajaran : Tanya jawab, Kerja kelompok, Penugasan.
Sumber / Media Pembelajaran
Sumber :
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan KTSP 2006
Buku Paket Cerdas Pengetahuan Sosial untuk SD/MI kelas IV oleh Retno Heny Pujiati & Umi Yuliati Penerbit: Pusat Perbukuan Depdiknas. Hal 163-183
Media : Peta konsep terkait teknologi transportasi
Langkah-Langkah Pembelajaran
NoLangkah-langkah PembelajaranWaktu1Kegiatan awal
Guru mengucapkan salam
Berrdoa bersama
Guru mengabsen siswa
Apersepsi (guru melakukan tanya jawab tentang materi yang akan diajarkan)
15 menit2Kegiatan Inti
Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
Guru mengemukakan konsep/permasalahan yang mempunyai alternatif jawaban kemudian akan ditanggapi oleh siswa
Membentuk kelompok yang beranggotakan 2-3 orang dan dibagikan LKS
Tiap kelompok menginventarisasi/mencatat alternatif jawaban hasil diskusi dari LKS yang dikerjakan
Tiap kelompok (diacak kelompok tertentu) membaca hasil diskusinya, guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan guru
Dari data-data di papan, siswa diminta membuat kesimpulan atau guru memberi bandingan sesuai konsep yang disediakan guru
Evaluasi
75 menit3Kegiatan Akhir
Gurru memberikan motivasi kepada siswa untuk rajin belajar, membantu kedua orang tua dan kewajiban sebagai agama islam
Berdoa bersama
Mengucapkan salam
15 menit
Penilaian :
Teknik Penilaian : Tes
Bentuk Penilaian : Essay (Tertulis)
Instrumen Penilaian : Terlampir
Kunci Jawaban : Terlampir
Pedoman Penskoran : Terlampir
Daftar Pustaka
Departemen Pendidikan Nasional. 2006. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional
Heny Retno.P & Yuliati Umi. 2008. Cerdas Pengetahuan Sosial Untuk SD/MI Kelas IV. Jakarta: Pusat Perbukuan, Depertemen Pendidikan Nasional. Hal 163-183
Sibulue, 15 April 2015
Observer
Hj. ROSMINI, S.Pd
NIP: 19680720 198903 2 010Peneliti
ARVIANA AGUS
NIM: 1147040618
Mengetahui,
Kepala SDN 223 Sumpang Minangae
WAHYU, S.Pd
NIP: 19651231 198411 1 011
Lampiran 21
LEMBAR KEGIATAN SISWA (LKS)
(Siklus II Pertemuan II)
Kelas / Semester : IV / II
Hari / Tanggal : ................/..............................
Alokasi Waktu : 15 Menit
Nama Kelompok : ...............................................
1 ..............................................
2...............................................
Duduklah dengan teman kelompok kalian!
Buatlah peta konsep dari materi ajar mengenai teknologi transportasi untuk topik 1 (teknologi transportasi darat), topik 2 (teknologi transportasi udara) dan topik 3 (teknologi transportasi laut) dengan cara:
Tulis 1 gagasan utamanya di tengah halaman dan lingkupilah dengan lingkaran, persegi, atau bentuk lain!
Tambahkan 2 cabang yang mengelilingi gagasan utama!
Gunakan 3 warna yang berbeda untuk tiap-tiap cabang!
Tuliskan 3 kata kunci pada tiap-tiap cabang!
Tambahkan 3 simbol pada tiap-tiap cabang tersebut!
Rambu-rambu jawaban:
Untuk topik 1 (teknologi transportasi darat)
Untuk topik 2 (teknologi transportasi udara)
Untuk topik 3 (teknologi transportasi laut)
Nilai LKS
(Siklus II Pertemuan II
No.Nama
KelompokNomor Soal/SkorNilai1234510152025301.Kelompok 1
Dfm
Asd1015202515852.Kelompok 2
Jul
Ms1015202520903.Kelompok 3
Ma
Fas1015202015804.Kelompok 4
Man
Ren1015202525955.Kelompok 5
Mai
Asr1015202515856.Kelompok 6
Asw
Fad1015202510807.Kelompok 7
Rss
Apr1015202515858.Kelompok 8
Nur
Ali1015202015809.Kelompok 9
Int
As10152015157510.Kelompok 10
Maa
Ca10152020107511.Kelompok 11
Maf
Dew101520252090Jumlah920Rata-rata83,63
Pedoman Penskoran
Untuk soal no 1
Skor 10 jika siswa menulis teknologi transportasi
Skor 5 jika siswa menulis teknologi
Skor 0 jika siswa tidak menulis
Untuk soal no 2
Skor 15 jika siswa menulis 2 cabang-cabang
Skor 10 jika siswa menulis 1 cabang-cabang
Skor 0 jika siswa tidak menulis
Untuk soal no 3
Skor 20 jika siswa menggunakan 3 warna sesuai dengan cabang yang berbeda
Skor 15 jika siswa menggunakan 2 warna sesuai dengan cabang yang berbeda
Skor 10 jika siswa menggunakan 1 warna sesuai dengan cabang yang berbeda
Skor 5 jika siswa hanya menggunakan pulpen atau pensil saja
Skor 0 jika siswa tidak menulis
Untuk soal no. 4
Skor 25 jika siswa menulis 5-6 kata kunci
Skor 20 jika siswa menulis 4 kata kunci
Skor 15 jika siswa menulis 3 kata kunci
Skor 10 jika siswa menulis 2 kata kunci
Skor 5 jika siswa menulis 1 kata kunci
Skor 0 jika siswa tidak menulis
Untuk soal no. 5
Skor 30 jika siswa menambahkan 6 simbol
Skor 25 jika siswa menambahkan 5 simbol
Skor 20 jika siswa menambahkan 4 simbol
Skor 15 jika siswa menambahkan 3 simbol
Skor 10 jika siswa menambahkan 2 simbol
Skor 5 jika siswa menambahkan 1 simbol
Skor 0 jika siswa tidak menulis
Lampiran 22
HASIL OBSERVASI ASPEK GURU
(Siklus II Pertemuan II)
Materi Pokok : Teknologi Transportasi
Hari / Tanggal : Rabu, 15 April 2015
Petunjuk : Amatilah pelaksanaan kegiatan belajar mengajar yang dilakukan oleh guru dengan memberi tanda ceklis (() pada kolom yang tersedia sesuai dengan pengamatan anda pada saat guru mengajar.
NoAspek yang diamatiPenilaianTidakYaBCK1.
2.
3.
4.
5.
6.Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
Guru mengemukakan konsep/permasalahan yang mempunyai alternatif jawaban kemudian akan ditanggapi oleh siswa
Guru membentuk kelompok yang beranggotakan 2-3 orang
Guru membimbing tiap kelompok mencatat alternatif jawaban hasil diskusi sssuai petunjuk di LKS
Guru mengacak tiap kelompok membaca hasil diskusinya kemudian guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan guru
Guru meminta siswa membuat kesimpulan dan guru memberi bandingan sesuai konsep yang disediakan guru(
(
(
(
(
(
Jumlah5100Persentase Indikator83%17%0%0%
Keterangan:
Persentase Indikator Baik = X 100%
= × 100 % = 83%
Persentase Indikator Cukup = X 100%
= × 100 % = 17%
Persentase Indikator Kurang = X 100%
= × 100 % = 0%
Sibulue, 15 April 2015
Observer
Hj. ROSMINI, S.Pd
NIP: 19680720 198903 2 010
RUBRIK PENILAIAN ASPEK GURU
Kegiatan Inti
Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
B : jika guru menjelaskan kompetensi yang ingin dicapai
C : jika guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
K : jika guru tidak menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
Guru mengemukakan konsep/permasalahan yang mempunyai alternatif jawaban kemudian akan ditanggapi oleh siswa
B : jika guru menjelaskan cara membuat peta konsep, menampilkan media contoh peta konsep, menjelaskan media tersebut, tanya jawab tentang media tersebut kemudian ditanggapi oleh siswa
C : jika guru menjelaskan cara membuat peta konsep, menampilkan media contoh peta konsep, menjelaskan media tersebut kemudian ditanggapi oleh siswa
K : jika guru menjelaskan cara membuat peta konsep, menampilkan media contoh peta konsep kemudian ditanggapi oleh siswa
Guru membentuk kelompok yang beranggotakan 2 orang
B : jika guru membentuk kelompok berdasarkan tingkat kemampuan siswa, mengatur posisi duduk sesuai kelompok
C : jika guru membentuk kelompok berdasarkan tempat duduk siswa
K : jika guru membentuk kelompok berdasarkan kemauan siswa
Guru membimbing tiap kelompok mencatat alternatif jawaban hasil diskusi sssuai petunjuk di LKS
B : jika guru membimbing tiap kelompok mencatat alternatif jawaban hasil diskusi sesuai petunjuk, membagikan LKS setiap kelompok, mengawasi setiap kelompok
C : jika guru membimbing tiap kelompok mencatat alternatif jawaban hasil diskusi sesuai petunjuk, membagikan LKS setiap kelompok
K : jika guru hanya meminta tiap kelompok mencatat alternatif jawaban hasil diskusi sesuai petunjuk di LKS
Guru mengacak tiap kelompok tertentu membaca hasil diskusinya kemudian guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan guru
B : jika guru mengacak tiap kelompok tertentu dengan cara lot membaca hasil diskusinya kemudian guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan guru
C : jika guru mengacak tiap kelompok tertentu membaca hasil diskusinya berdasarkan keinginan siswa kemudian guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan guru
K : jika guru mengacak tiap kelompok tertentu membaca hasil diskusinya berdasarkan keinginan guru
Guru meminta siswa membuat kesimpulan dan guru memberi bandingan sesuai konsep yang disediakan guru
B : jika guru meminta siswa membuat kesimpulan dan guru memberi bandingan sesuai konsep yang disediakan guru secara jelas dan sistematis
C : jika guru meminta siswa membuat kesimpulan dan guru memberi bandingan sesuai konsep yang disediakan guru secara jelas namun tidak sistematis
K : jika guru hanya meminta siswa membuat kesimpulan
Lampiran 23
HASIL OBSERVASI ASPEK SISWA
(Siklus II Pertemuan II)
Materi Pokok : Teknologi Transportasi
Hari / Tanggal : Rabu, 15 April 2015
Petunjuk : Amatilah pelaksanaan kegiatan belajar mengajar yang dilakukan oleh guru dengan memberi tanda ceklis (() pada kolom yang tersedia sesuai dengan pengamatan anda pada saat guru mengajar
NoAspek yang diamatiPenilaianTidakSiswaYaBCK1.
2.
3.
4.
5.
6.Siswa memperhatikan kompetensi yang disampaikan oleh guru
Siswa memperhatikan konsep/permasalahan yang disampaikan oleh guru dan menanggapi
Siswa membentuk kelompok sesuai intruksi dari guru
Tiap kelompok menginventarisasi/mencatat alternatif jawaban hasil diskusi
Tiap kelompok diacak untuk membacakan hasil diskusinya
Siswa membuat kesimpulan dari konsep yang disediakan guru(
(
(
(
(
(
20 Siswa
17 Siswa
19 Siswa
11 Kelompok
11 Kelompok
11 SiswaJumlah5100Persentase Indikator83%17%0%0%
Keterangan:
Persentase Indikator Baik = X 100%
= × 100 % = 83%
Persentase Indikator Cukup = X 100%
= × 100 % = 17%
Persentase Indikator Kurang = X 100%
= × 100 % = 0%
Sibulue, 15 April 2015
Observer
Hj. ROSMINI, S.Pd
NIP: 19680720 198903 2 010
RUBRIK PENILAIAN ASPEK SISWA
Keterangan
B : 15 - 22 Siswa yang aktif mengikuti proses pembelajaran
C : 8 - 14 Siswa yang aktif mengikuti proses pembelajaran
K : 1 - 7 Siswa yang aktif mengikuti proses pembelajaran
Kegiatan inti
Siswa memperhatikan kompetensi yang disampaikan guru
B : jika 15-22 siswa memperhatikan kompetensi yang disampaikan guru dengan tenang dan tertib
C : jika 8-14 siswa memperhatikan kompetensi yang disampaikan guru dengan tenang dan tertib
K : jika 1-7 siswa memperhatikan kompetensi yang disampaikan guru dengan tenang dan tertib
Siswa memperhatikan konsep/permasalahan yang disampaikan oleh guru dan menanggapi
B : jika 15-22 siswa memperhatikan cara membuat peta konsep yang disampaikan oleh guru dengan tenang dan menanggapi dengan tepat
C : jika 8-14 siswa memperhatikan cara membuat peta konsep yang disampaikan oleh guru dengan tenang dan menanggapi dengan tepat
K : jika 1-7 siswa memperhatikan cara membuat peta konsep yang disampaikan oleh guru dengan tenang dan menanggapi dengan tepat
Siswa membentuk kelompok sesuai intruksi dari guru
B : jika 15-22 siswa membentuk kelompok sesuai intruksi dari guru dengan tertib dan disiplin
C : jika 8-14 siswa membentuk kelompok sesuai intruksi dari guru dengan tertib dan disiplin
K : jika 1-7 siswa membentuk kelompok sesuai intruksi dari guru dengan tertib dan disiplin
Tiap kelompok menginventarisasi/mencatat alternatif jawaban hasil diskusi sesuai intruksi guru
B : jika tiap kelompok menginventarisasi/mencatat alternatif jawaban hasil diskusi sesuai intruksi guru dengan kerja sama
C : jika 9-10 kelompok menginventarisasi/mencatat alternatif jawaban hasil diskusi sesuai intruksi guru dengan kerja sama
K : jika 7-8 kelompok menginventarisasi/mencatat alternatif jawaban hasil diskusi sesuai intruksi guru dengan kerja sama
Tiap kelompok diacak untuk membacakan hasil diskusinya
B : jika tiap kelompok tertentu diacak untuk membacakan hasil diskusinya dengan percaya diri dan tepat
C : jika 9-10 kelompok tertentu diacak untuk membacakan hasil diskusinya dengan percaya diri dan tepat
K : jika 7-8 kelompok tertentu diacak untuk membacakan hasil diskusinya dengan percaya diri dan tepat
Siswa membuat kesimpulan dari konsep yang disediakan guru
B : jika 15-22 siswa membuat kesimpulan dari konsep yang disediakan guru dengan jelas dan sistematis
C : jika 8-14 siswa membuat kesimpulan dari konsep yang disediakan guru dengan jelas dan sistematis
K : jika 1-7 siswa membuat kesimpulan dari konsep yang disediakan guru dengan jelas dan sistematis
Lampiran 24
Tes Siklus II
Nama : .................................
Kelas : ...............
Waktu : 15 Menit
Petunjuk : a. Tulislah nama, dan kelas pada tempat yang tersedia !
b. Jawablah pertanyaan ini dengan benar!
Sebutkan 4 contoh alat teknologi komunikasi yang kamu ketahui! (10)
Jelaskan yang dimaksud dengan teknologi transpotasi! (10)
Jelaskan manfaat kentongan telpon, dan surat! (15)
Sebutkan 3 jenis teknologi transportasi! (15)
Sebutkan 2 keunggulan dan kelemahan alat teknologi komunikasi pada masa lalu dan masa kini! (25)
Sebutkan 4 contoh alat teknologi transportasi pada masa lalu dan masa kini! (25)
Rambu-rambu jawaban
Telpon, faksimile, surat, kentongan
Teknologi transportasi adalah alat dan cara yang memudahkan manusia untuk melakukan suatu kegiatan memindahkan barang atau manusia dari suatu tempat ke tempat lain
Manfaat kentongan sebagai tanda jarak jauh, telpon untuk menyampaikan pesan suara, dan surat untuk mengirim pesan secara tertulis
Teknologi transportasi darat, teknologi transportasi udara dan teknologi transportasi air
Kelemahan alat komunikasi masa lalu yaitu prosesnya lambat dan jangkauannya tidak jauh atau dekat sedangkan keunggulannya yaitu hemat biaya dan tidak menimbulkan radiasi. Sedangkan keunggulanya alat komunikasi masa kini yaitu prosesnya cepat dan jangkauannya luas sedangkan kelemahannya yaitu biaya cukup mahal dan dapat menimbulkan radiasi
Teknologi transportasi pada masa lalu : kuda, delman, pedati, perahu layar, perahu rakit, perahu dayung dan balon udara
Teknologi transportasi pada masa kini : mobil, motor, kereta api, pesawat penumpang, kapal laut modern, helikopter dan kapal feri
Lampiran 25
Perolehan Tes Siklus II
NoNama siswaNomor Soal/SkorJumlah SkorKeterangan1234561010151525251Asd1010151515570Tuntas2Ca1019101515565Tidak Tuntas3Fas10101515151580Tuntas4Fad10101010151570Tuntas5Asr10101515151580Tuntas6Ali10101015201580Tuntas7Apr1010151515570Tuntas8Asw10101510201580Tuntas9As1010151510565Tidak Tuntas10Dew1010151515570Tuntas11Dfm10101515152085Tuntas12Int1010515102575Tuntas13Jul10101515201585Tuntas14Ma1010155101565Tidak Tuntas15Maf10101015252090Tuntas16Man10101515202090Tuntas17Ms1010105251575Tuntas18Mai10101010251580Tuntas19Nur5101515151575Tuntas20Ren1010515201575Tuntas21Rss10101515102585Tuntas22Maa10101510151575TuntasJumlah1685BAIKRata-rata76,59Persentase ketuntasan belajar siswa86,36%Persentase ketidaktuntasan belajar siswa13,63%
Pendoman Penskoran
Untuk soal nomor 1
Skor 10 jika siswa menulis 3-4 alat komunikasi
Skor 5 jika siswa menulis 1-2 alat komunikasi
Skor 0 jika siswa tidak menulis
Untuk soal nomor 2
Skor 10 jika siswa menulis dengan benar dan lengkap
Skor 5 jika siswa menulis dengan benar namun kurang lengkap
Skor 0 jika siswa tidak menulis
Untuk soal nomor 3
Skor 15 jika siswa menulis 3 manfaat
Skor 10 jika siswa menulis 2 manfaat
Skor 5 jika siswa menulis 1 manfaat
Skor 0 jika siswa tidak menulis
Untuk soal nomor 4
Skor 15 jika siswa menuliskan 3 jenis teknologi transportasi
Skor 10 jika siswa menuliskan 2 jenis teknologi transportasi
Skor 5 jika siswa menuliskan 1 jenis teknologi transportasi
Skor 0 jika siswa tidak menulis
Untuk soal nomor 5
Skor 25 jika siswa menuliskan 4 kelemahan dan kelebihan alat komunikasi
Skor 20 jika siswa menjawab 3 kelemahan dan kelebihan alat komunikasi
Skor 15 jika siswa menjawab 2 kelemahan dan kelebihan alat komunikasi
Skor 5 jika siswa menjawab 1 kelemahan dan kelebihan alat komunikasi
Skor 0 jika siswa tidak menulis
Untuk soal nomor 6
Skor 25 jika siswa menuliskan 4 masing-masing alat teknologi komunikasi
Skor 20 jika siswa menjawab 3 masing-masing alat teknologi komunikasi
Skor 15 jika siswa menjawab 2 masing-masing alat teknologi komunikasi
Skor 5 jika siswa menjawab 1 masing-masing alat teknologi komunikasi
Skor 0 jika siswa tidak menulis
Lampiran 26
Rekapitulasi Nilai
No.Nama siswaData AwalPerolehan NilaiSiklus ISiklus II1Asd5565702Ca5060653Fas6570804Fad6065705Asr6575806Ali6570807Apr5060708Asw6575809As45606510Dew65657011Dfm70758512Int65707513Jul70758514Ma50606515Maf70809016Man75859017Ms60657518Mai65758019Nur65757520Ren55657521Rss70758522Maa657075Jumlah136515351685Nilai rata-rata62,0469,7776,59Persentase ketuntasan belajar siswa22,73%59,09%86,36%Persentase ketidaktuntasan belajar siswa77,27%40,90%13,63%
Lampiran 27
DOKUMENTASI HASIL PENELITIAN
`
LOKASI PENELITIAN
PERENCANAAN
Peneliti berkolaborasi dengan guru kelas IV
Menganalisis Silabus Dan Kurikulum Membuat RPP
Membuat Media Pembelajaran Merancang Tes Siklus
REFLEKSI
Peneliti bersama guru kelas IV dan Kepala Sekolah Merefleksi Setiap Siklus
FOTO-FOTO PELAKSANAAN
Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
Mengemukakan konsep dan siswa memberi tanggapanMembentuk kelompok
Tiap kelompok mencatat alternatif jawaban hasil diskusiTiap kelompok (diacak kelompok tertentu) membacakan alternatif jawaban, guru mencatat di papan dan mengelompokkan
Siswa membuat kesimpulan dan guru memberi bandinganLampiran 28
Lampiran 29
RIWAYAT HIDUP
ARVIANA AGUS di lahirkan di Watampone Kecamatan Tanete Riattang Barat Kabupaten Bone pada tanggal 11 Februari 1993. Putri ketiga dari 5 bersaudara pasangan ibu Idawati.L dan bapak M.Agustan. Pendidikan Sekolah Dasar ditempuh di SD 25 Mattirowalie Kabupaten Bone diselesaikan tahun 2005. Pendidikan Sekolah Menengah Pertama tamat di SMP Negeri 2 Watampone di selesaikan tahun 2008 dan pendidikan sekolah lanjutan atas di SMA Negeri 1 Awangpone Kabupaten Bone di selesaikan tahun 2011. Pada tahun yang sama penulis melanjutkan pendidikan di Kampus Universitas Negeri Makassar.(UNM) Program Studi Guru Sekolah Dasar S1 (PGSD) sampai sekarang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar